tempojakarta.id
MALANG – PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (kode saham: BAIK) secara agresif menggebrak industri Food & Beverage (F&B) serta sektor logistik pangan nasional dengan mengebut rencana pembangunan pabrik pengawetan dan sterilisasi makanan berteknologi tinggi senilai miliaran rupiah Langkah hilirisasi supply chain HORECA ini diproyeksikan bakal mendongkrak kapasitas produksi perseroan hingga 3 kali lipat sekaligus membuka peluang penetrasi ekspor fantastis senilai ratusan miliar dalam kurun waktu 2 hingga 3 tahun ke depan. Ekspansi masif ini dipersiapkan secara matang untuk menopang pertumbuhan bisnis hulu ke hilir serta mendukung operasional 120+ outlet , jaringan suplay toko ritel dan mitra binaan dari 10 brand restoran internal perseroan yang saat ini sukses melayani lebih dari 2 juta pelanggan setiap bulannya.
Direktur Utama PT Bersama Mencapai Puncak Tbk, Nanang Suherman, menegaskan bahwa pembangunan fasilitas manufaktur baru di Malang, Jawa Timur ini akan menjadi game changer utama yang mengubah posisi tawar perseroan di pasar global. Melalui teknologi sterilisasi tingkat tinggi (high-tech food sterilization), masa kedaluwarsa (shelf life) produk pangan olahan seperti sembako, frozen food, ayam dan bebek olahan, hingga bumbu rempah mampu bertahan selama lebih dari 2 tahun tanpa proses bpencampuran bahan pengawet dan tanpa mengubah kualitas rasa. Hal ini memastikan seluruh produk siap hidang perseroan memenuhi standar internasional seperti HACCP, ISO 22000, dan sertifikasi Halal, sehingga siap bertempur mempercepat penetrasi ekspor langsung ke negara potensial seperti Malaysia, Singapura, Timur Tengah, hingga kawasan ASEAN lainnya.
Selain memperluas pasar global, kehadiran pabrik baru ini juga akan memperkuat program “Tumbuh Bersama Mitra Binaan” yang saat ini telah merangkul lebih dari 100 pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Para mitra binaan ini nantinya akan mendapatkan prioritas utama dalam mengakses bahan baku berkualitas tinggi, pelatihan standarisasi mutu, hingga kesempatan emas untuk ikut terlibat langsung dalam rantai pasok ekspor korporasi. Efek domino positif ini didukung penuh oleh digitalisasi sistem pemesanan nasional di divisi supply chain BAIK yang terintegrasi secara real-time penuh dengan pabrik baru, sehingga diklaim mampu memangkas biaya operasional logistik hingga menyentuh angka double-digit.
Di tengah gejolak dan ketidakpastian ekonomi global, emiten berkode saham BAIK justru menunjukkan resiliensi yang tinggi berkat penerapan strategi integrasi vertikal (vertical integration) yang solid dari hulu ke hilir. Keunggulan ekosistem mandiri ini bergerak dari pengelolaan komoditas pasokan pangan di lini hulu, proses pengolahan teknologi tinggi di lini tengah, hingga jaringan distribusi nasional dan juga akan me reopening sejumlah gerai lama menjadi lebih menarik dan untuk kembali memenangkan persaingan di market FnB Langkah ekspansi berkelanjutan ini pun kian mantap dengan adanya rencana perluasan jaringan logistik ke kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) serta potensi penciptaan ratusan lapangan kerja baru yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Nanang Suherman menutup penjelasannya dengan rasa optimistis yang tinggi bahwa seluruh persiapan fundamental ini merupakan pembuktian nyata dari komitmen korporasi untuk membawa nama ‘Bersama Mencapai Puncak’ bersinar di kancah internasional. Berbekal implementasi teknologi mutakhir, jaringan distribusi nasional yang kuat, serta dukungan dari 100+ mitra binaan dan loyalitas jutaan konsumen, perseroan sangat siap menangkap peluang pertumbuhan nilai kapitalisasi pasar yang jauh lebih besar di masa depan. Sentimen positif dari penguatan infrastruktur manufaktur domestik ini diyakini para pelaku pasar modal akan menjadi katalis utama yang menjanjikan nilai tambah jangka panjang yang luar biasa bagi para pemegang saham.
















