banner 728x250
Hukum  

Molor Lagi Proyek Bendungan Karian Lebak?, Indikasi Korupsi BPK, Ombusman dan Jaksa Agung Segera Periksa

banner 120x600
banner 468x60

Lebak – Bendungan Karian yang terletak di Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Rangkas Bitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, telah diresmikan. Bendungan ini menandai tonggak penting dalam pengembangan infrastruktur air di wilayah Banten dan sekitarnya.

Dengan luas genangan mencapai 1740 hektar dari total luas 2.170 hektar, dan volume tampungan mencapai 314,7 juta meter kubik, Bendungan Karian meraih predikat sebagai bendungan terbesar ketiga di Indonesia.

banner 325x300

Proyek pembangunan Bendungan Karian telah direncanakan sejak tahun 1980-an, tetapi baru dimulai pada Oktober 2015. Sebagai salah satu dari 65 bendungan yang dibangun oleh Kementerian PUPR selama periode 2015-2019, proyek ini menjadi salah satu proyek strategis nasional yang didanai oleh APBN dengan anggaran mencapai Rp2,2 triliun.

Pengerjaan proyek melibatkan perusahaan konstruksi ternama seperti PT Wijaya Karya Persero Tbk, Kita Karya Persero, dan kontraktor dari Korea Selatan, Delim Industrial Co. Ltd. Sebelum diresmikan oleh Presiden, bendungan telah melakukan proses pengisian awal atau impounding pada Jumat, 29 September 2023, yang diperkirakan akan terisi penuh pada tahun 2024.

Bendungan Karian memiliki beberapa fungsi utama yang akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, antara lain:

Pemasok Air Bersih: Bendungan ini akan menyediakan air bersih bagi jutaan penduduk yang tinggal di wilayah Banten, Bogor, dan DKI Jakarta.

Namun kenyataanya proyek tersebut masih belum selsai bahkan belum serah terima dengan pemerintah daerah.
Sumber yang diterima dari Pekerja Proyek AR mengatakan, Pekerjaan waduk karian ini kemungkinan akan di perpanjang lagi karena masih banyak pekerjaan yang belum beres bahkan banyak menyisakan masalah.

“Diantaranya seprti kemarin kami mendengar ada pemotongan upah yang di lakukan oknum hrd sudah lama berjalan namun baru diketahui karena ada mantan pekerja berani lapor ke saber pungli sehingga bisa diketahui, lebak 26/2.

Selain itu banyak mandor-mandor yang mengeluh karena sisa tagihannya belum dibayar, jika proyek ini tidak kunjung selsai berarti ada masalah.

” Kami sih berharap baik itu kejaksaan Agung maupun BPK segera turun periksa dan tangkap pihak-pihak jika ada indikasi korupsi,ungkapnya.

Ditambahkan Nanda penggiat Lingkungan Mata Tunas 17, Adanya waduk karian ini harus merasakan manfaatnya bagi masyarakat sehingga masyarakat setempat tidak menjadi penonton.

Masyarakat bukan hanya merasakan kerugiannya saja melainkan merasakan manfanya.

Jika proyek bendungan karian terus molor ombusman dan BPK RI serta KeJaksaan Agung segera lakukan audit ke lapangan, jika benar ada indikasi korupsi segera proses dan tangkap.

(M.R)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

content-1701

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

\

sabung ayam online

sabung ayam online

SLOT MAHJONG

sabung ayam online

article 00036

article 00037

article 00038

article 00039

article 00040

article 00041

article 00042

article 00043

article 00044

article 00045

article 00046

article 00047

article 00048

article 00049

article 00050

article 00051

article 00052

article 00053

article 00054

article 00055

article 00056

article 00057

article 00058

article 00059

article 00060

article 00061

article 00062

article 00063

article 00064

article 00065

article 00066

article 00067

article 00068

article 00069

article 00070

article 00071

article 00072

article 00073

article 00074

article 00075

article 0000131

article 0000132

article 0000133

article 0000134

article 0000135

article 0000136

article 0000137

article 0000138

article 0000139

article 0000140

article 0000141

article 0000142

article 0000143

article 0000144

article 0000145

article 0000146

article 0000147

article 0000148

article 0000149

article 0000150

article 0000151

article 0000152

article 0000153

article 0000154

article 0000155

article 0000156

article 0000157

article 0000158

article 0000159

article 0000160

article 0000161

article 0000162

article 0000163

article 0000164

article 0000165

article 0000166

article 0000167

article 0000168

article 0000169

article 0000170

article 2000126

article 2000127

article 2000128

article 2000129

article 2000130

article 2000131

article 2000132

article 2000133

article 2000134

article 2000135

article 2000136

article 2000137

article 2000138

article 2000139

article 2000140

article 2000141

article 2000142

article 2000143

article 2000144

article 2000145

article 2000146

article 2000147

article 2000148

article 2000149

article 2000150

article 2000151

article 2000152

article 2000153

article 2000154

article 2000155

article 2000156

article 2000157

article 2000158

article 2000159

article 2000160

article 2000161

article 2000162

article 2000163

article 2000164

article 2000165

articel 000000161

articel 000000162

articel 000000163

articel 000000164

articel 000000165

articel 000000166

articel 000000167

articel 000000168

articel 000000169

articel 000000170

articel 000000171

articel 000000172

articel 000000173

articel 000000174

articel 000000175

articel 000000176

articel 000000177

articel 000000178

articel 000000179

articel 000000180

articel 000000181

articel 000000182

articel 000000183

articel 000000184

articel 000000185

articel 000000186

articel 000000187

articel 000000188

articel 000000189

articel 000000190

articel 000000191

articel 000000192

articel 000000193

articel 000000194

articel 000000195

articel 000000196

articel 000000197

articel 000000198

articel 000000199

articel 000000200

content-1701