banner 728x250
Hukum  

Abdul Wahid Oscar, SH. MH. Sebut Definisi Wan Prestasi Gugur Manakala Seluruh Akad Perjanjian Dilaksanakan

banner 120x600
banner 468x60

Jakarta |  Sidang lanjutan gugatan Gedung Charoen Pokphand Indonesia Tbk. Versus Yodya Karya (Tbk) kembali bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Utara hari ini,Dilansir dari lampu merah.id.Rabu, (18/9/24).

Sidang utama memasuki agenda mendengarkan keterangan ahli. Yodya Karya nampak tidak main main dan serius menghadapi persidangan. Sehingga, seorang tokoh ahli hukum dan mantan Hakim Pengawas MA berkenan dihadirkan dalam sidang yang dimulai pukul 15:00 WIB itu.

banner 325x300

Keterangan ahli pun seperti menjadi angin segar bagi Yodya Karya Tbk. untuk memenangkan perkara dan terbebas dari tuntutan wanprestasi yang diajukan pemohon Charoen Pokphand Indonesia (CPI).

Dalam keterangan pembuka ahli menegaskan definisi prestasi dan wanprestasi melekat dua elemen: substantif dan material.

“Secara normatif, prestasi adalah dilaksanakannya seluruh akad dalam perjanjian. Sedangkan wan prestasi tidak terlaksananya akad dalam perjanjian, baik sebagian, maupun keseluruhan oleh sebab bukan faktor force majeur,” kata ahli dihadapan majelis hakim dalam sidang hari ini di PN Jakarta Utara, Rabu (18/9/24).

Menurut ahli, penekanan prestasi secara substansial dan material manakala perjanjian itu sudah bisa ditepati, dilaksanakan, digunakan, sekalipun masih ada pekerjaan yang belum diselesaikan keseluruhan.

“Seperti pekerjaan gorong-gorong untuk projek pembangunan rumah, misalnya, maka substansial prestasi sudah terpenuhi manakala sudah diterima, sudah dipergunakan,” lanjut Ahli.

Dengan keterangan ahli, kuasa hukum penggugat seperti tidak memiliki celah untuk pertanyaan menyerang.

Dan ketika kuasa hukum penggugat memaksakan dengan pertanyaan perumpamaan dari etikad penjual sapi yang tidak menjelaskan sapinya sakit atau penjual mobil berkecepatan 200 km/jam tetapi  ekspektasi tidak terbukti, malah berbuah teguran dari hakim karena esensinya dianggap mengulang.

Kemudian, dalam perjanjian dua arah, antara Si A dengan Si B, misalnya, menurut ahli berlaku asaz sepakat. Kalau tidak ada kata sepakat, tidak ada penekanan, maka tidak ada wan prestasi.

“Maka jika Si B sebagai perencana untuk pembangunan rumah Si A membuat definisi prestasi bagi Si B menjadi faktual sebagai perencanaan jika diterima Si A lalu kemudian dilanjutkan tahap pelaksanaan dan diterima dilaksanakan oleh Si C.

“Disitulah azas sepakat faktual melekat. Selain karena Si C sebagai pelaksana terikat kode etik, manakala mengetahui ada kesalahan dalam perencanaan maka sebagai pelaksana bisa saja mengembalikan dan menolak agar dipenuhi dulu permasalahan kurang di perencanaan, baru kemudian dilaksanakan,” tandas Ahli.

Terkait ganti kerugian dan force majeur, ahli menyebut melekat asaz kerugian. Jika itu tertuang dalam akad perjanjian, maka harus diajukan hitungan kerugian material yang dialami.

“Ada penekanan perjanjian wanprestasi dengan ganti rugi, ada perjanjian ganti kerugian saja, dll, masalah menjadi berbeda jika itu perusahaan modal asing (PMA). Harus diajukan tertulis kerugian yang ditanggung oleh akibat yang bisa dibuktikan ke wanprestasi an Si B terhadap Si A,” jelas Ahli.

Jika kerugian yang ditanggung Si B terkait dokumen perencanaan, tidak bisa serta merta harus mengganti seluruh nilai material dan immaterial yang menjadi domain Si C, apalagi tidak ada potensi kerugian Si A.

“Bangunan sudah diserahterimakan, sepakat dan dipergunakan dan tidak ada potensi keuntungan yang hilang yang bisa dibuktikan,” tegas ahli.

Sedangkan Force majeour satu kondisi tertentu dimana wan prestasi tidak bisa dilaksanakan.

“Keadaan dimana wan prestasi sama sekali tidak bisa dilaksanakan, tidak ada campur tangan kemanusiaan, akibat banjir bandang, bencana alam, dst,” tutup ahli.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

content-1701

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

\

sabung ayam online

sabung ayam online

SLOT MAHJONG

sabung ayam online

article 00036

article 00037

article 00038

article 00039

article 00040

article 00041

article 00042

article 00043

article 00044

article 00045

article 00046

article 00047

article 00048

article 00049

article 00050

article 00051

article 00052

article 00053

article 00054

article 00055

article 00056

article 00057

article 00058

article 00059

article 00060

article 00061

article 00062

article 00063

article 00064

article 00065

article 00066

article 00067

article 00068

article 00069

article 00070

article 00071

article 00072

article 00073

article 00074

article 00075

article 0000131

article 0000132

article 0000133

article 0000134

article 0000135

article 0000136

article 0000137

article 0000138

article 0000139

article 0000140

article 0000141

article 0000142

article 0000143

article 0000144

article 0000145

article 0000146

article 0000147

article 0000148

article 0000149

article 0000150

article 0000151

article 0000152

article 0000153

article 0000154

article 0000155

article 0000156

article 0000157

article 0000158

article 0000159

article 0000160

article 0000161

article 0000162

article 0000163

article 0000164

article 0000165

article 0000166

article 0000167

article 0000168

article 0000169

article 0000170

article 2000126

article 2000127

article 2000128

article 2000129

article 2000130

article 2000131

article 2000132

article 2000133

article 2000134

article 2000135

article 2000136

article 2000137

article 2000138

article 2000139

article 2000140

article 2000141

article 2000142

article 2000143

article 2000144

article 2000145

article 2000146

article 2000147

article 2000148

article 2000149

article 2000150

article 2000151

article 2000152

article 2000153

article 2000154

article 2000155

article 2000156

article 2000157

article 2000158

article 2000159

article 2000160

article 2000161

article 2000162

article 2000163

article 2000164

article 2000165

articel 000000161

articel 000000162

articel 000000163

articel 000000164

articel 000000165

articel 000000166

articel 000000167

articel 000000168

articel 000000169

articel 000000170

articel 000000171

articel 000000172

articel 000000173

articel 000000174

articel 000000175

articel 000000176

articel 000000177

articel 000000178

articel 000000179

articel 000000180

articel 000000181

articel 000000182

articel 000000183

articel 000000184

articel 000000185

articel 000000186

articel 000000187

articel 000000188

articel 000000189

articel 000000190

articel 000000191

articel 000000192

articel 000000193

articel 000000194

articel 000000195

articel 000000196

articel 000000197

articel 000000198

articel 000000199

articel 000000200

content-1701