banner 728x250
Berita  

Prof Ali Zum Mashar, Ilmuwan Bersahaja di Balik Terobosan Pangan Nasional

banner 120x600
banner 468x60

*Penulis: AYS Prayogie*
tempojakrta id.
*JAKARTA, 9 Februari 2026 —* *Prof. Dr. Ir. Ali Zum Mashar* bukan tipe ilmuwan yang gemar menonjolkan diri. Selama lebih dari dua dekade, ia memilih bekerja sunyi di laboratorium dan lahan-lahan marginal, meneliti tanah, mikroba, serta daya hidup tanaman.

Namun, dari kerja senyap itulah lahir temuan yang kini mengantarkannya duduk dalam rapat terbatas bersama Presiden RI Prabowo Subianto dan para menteri terkait, membahas masa depan swasembada pangan Indonesia.

banner 325x300

Ali Zum Mashar adalah salah satu ilmuwan bioteknologi pertanian yang konsisten menjembatani sains dengan kebutuhan nyata petani. Salah satu temuan pentingnya adalah mikroba yang kemudian dikenal sebagai Mikroba Google (MIGO)—sebuah inovasi yang telah ia kembangkan sejak sekitar 25 tahun lalu. Melalui mikroba ini, tanah-tanah yang selama ini dianggap bermasalah, seperti gambut, tanah asam, dan Tanah beracun Pirit dapat diregenerasi menjadi lahan subur dan produktif.

“Tanah itu rumah makhluk hidup. Jika dipulihkan ekosistemnya, ia akan memberi hasil,” begitu prinsip yang kerap ia sampaikan dalam berbagai forum.

*Mikroba yang Menghidupkan Tanah*

Dari pengembangan MIGO, Prof. Ali melahirkan sejumlah produk pupuk organik berbasis mikroba, antara lain PHOSMIT BioP2000Z dan Ferris Soil. Produk-produk ini bekerja bukan sekadar memberi unsur hara, melainkan membangun kembali sistem biologis tanah.

Berbeda dari pupuk kimia konvensional, pupuk berbasis Mikroba Google bersifat regenerative fertilizer—mikroba berfungsi sebagai *“pabrik pupuk alami”*dan penangkap emisi karbon langsung ke dalam tanah yang terus memproduksi nutrisi tanpa katalis kimia maupun bahan bakar fosil. Selain sepenuhnya organik, pupuk ini juga mengandung komposisi biologis lengkap, mulai dari asam humat, protein, enzim, hingga hormon alami yang mudah diserap tanaman.

Hasilnya terlihat nyata di lapangan. Pada tanaman alpukat, misalnya, ukuran buah menjadi lebih bernas, seragam dan sesuai kebutuhan pasar. Pada tanaman pangan, produktivitas bahkan dilaporkan meningkat dua hingga tiga kali lipat. Tanah berbatu, berpasir, berpirit, hingga bekas tambang pun dapat diolah tanpa masa tunggu panjang.

Keunggulan lain yang kerap disorot adalah efisiensi biaya. Dengan harga jauh lebih murah dibanding pupuk kimia, teknologi ini membuka peluang besar bagi petani kecil untuk meningkatkan hasil tanpa menambah beban produksi.

*Dari Laboratorium ke Istana Negara*

Kontribusi Prof. Ali tidak berhenti pada perbaikan tanah. Dalam konteks ketahanan pangan nasional, perannya kian strategis ketika ia diundang Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas membahas percepatan swasembada kedelai dan pangan strategis lainnya.

Dalam forum tersebut, Prof. Ali memaparkan hasil riset varietas padi TRISAKTI dan kedelai MIGO Garuda merah putih yang dikembangkan bersama teknologi mikroba. Salah satu yang menjadi perhatian adalah peluncuran enam varietas baru bertajuk “Kedelai Garuda Merah Putih”, yang dirancang adaptif terhadap berbagai kondisi iklim dan tanah di Indonesia.

Produktivitas kedelai dari varietas ini mencapai lebih dari 4 ton per hektare, bahkan dalam Uji coba hamparan luas 30 ha hasilnya 5,3 ton/ha dan telah dicatat resmi oleh BPS (Badan Pusat Statistik) jauh di atas rata-rata nasional yang selama ini berada di bawah 1,6 ton per hektare. Seluruh varietas tersebut merupakan non-GMO, sehingga aman untuk konsumsi manusia dan sesuai dengan kebutuhan industri pangan seperti tahu, tempe, dan susu kedelai.

Pemerintah menargetkan swasembada kedelai dapat dicapai dalam waktu relatif singkat, dari ketergantungan impor menuju dominasi produksi dalam negeri. Bagi Prof. Ali, target itu realistis jika riset, kebijakan, dan pendampingan petani berjalan seiring.

*Ilmu untuk Kehidupan*

Selain kedelai, teknologi Mikroba Google juga telah diaplikasikan pada sawit, buah-buahan, dan tanaman pangan lain dengan hasil menjanjikan. Bahkan di tengah musim kemarau, metode penyemprotan berbasis drone memungkinkan efisiensi air tanpa mengorbankan produktivitas.

Bagi Prof. Ali Zum Mashar, capaian ilmiah bukanlah tujuan akhir. “Ilmu harus menyejahterakan,” ujarnya suatu kali. Kesahajaan sikapnya sejalan dengan besarnya dampak temuannya—dari lahan marginal hingga meja perencanaan nasional.

Di tengah upaya Indonesia meneguhkan diri sebagai lumbung pangan dunia, sosok seperti Prof. Ali menjadi pengingat bahwa ketahanan pangan bukan semata soal anggaran dan kebijakan, melainkan juga tentang ketekunan ilmuwan yang bekerja untuk masa depan bangsa. *(\•/)*

*Sumber: Humas MIO Indonesia*

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

content-1701

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

\

sabung ayam online

sabung ayam online

SLOT MAHJONG

sabung ayam online

article 238000411

article 238000412

article 238000413

article 238000414

article 238000415

article 238000416

article 238000417

article 238000418

article 238000419

article 238000420

article 238000421

article 238000422

article 238000423

article 238000424

article 238000425

article 238000426

article 238000427

article 238000428

article 238000429

article 238000430

article 238000431

article 238000432

article 238000433

article 238000434

article 238000435

article 238000436

article 238000437

article 238000438

article 238000439

article 238000440

article 238000441

article 238000442

article 238000443

article 238000444

article 238000445

article 238000446

article 238000447

article 238000448

article 238000449

article 238000450

article 238000451

article 238000452

article 238000453

article 238000454

article 238000455

article 238000456

article 238000457

article 238000458

article 238000459

article 238000460

artikel 338000031

artikel 338000032

artikel 338000033

artikel 338000034

artikel 338000035

artikel 338000036

artikel 338000037

artikel 338000038

artikel 338000039

artikel 338000040

artikel 338000041

artikel 338000042

artikel 338000043

artikel 338000044

artikel 338000045

artikel 338000046

artikel 338000047

artikel 338000048

artikel 338000049

artikel 338000050

artikel 338000051

artikel 338000052

artikel 338000053

artikel 338000054

artikel 338000055

artikel 338000056

artikel 338000057

artikel 338000058

artikel 338000059

artikel 338000060

artikel 338000061

artikel 338000062

artikel 338000063

artikel 338000064

artikel 338000065

artikel 338000066

artikel 338000067

artikel 338000068

artikel 338000069

artikel 338000070

artikel 338000071

artikel 338000072

artikel 338000073

artikel 338000074

artikel 338000075

artikel 338000076

artikel 338000077

artikel 338000078

artikel 338000079

artikel 338000080

artikel 338000081

artikel 338000082

artikel 338000083

artikel 338000084

artikel 338000085

artikel 338000086

artikel 338000087

artikel 338000088

artikel 338000089

artikel 338000090

artikel 338000091

artikel 338000092

artikel 338000093

artikel 338000094

artikel 338000095

artikel 338000096

artikel 338000097

artikel 338000098

artikel 338000099

artikel 338000100

artikel 338000101

artikel 338000102

artikel 338000103

artikel 338000104

artikel 338000105

artikel 338000106

artikel 338000107

artikel 338000108

artikel 338000109

artikel 338000110

artikel 338000111

artikel 338000112

artikel 338000113

artikel 338000114

artikel 338000115

artikel 338000116

artikel 338000117

artikel 338000118

artikel 338000119

artikel 338000120

artikel 338000121

artikel 338000122

artikel 338000123

artikel 338000124

artikel 338000125

artikel 338000126

artikel 338000127

artikel 338000128

artikel 338000129

artikel 338000130

artikel 338000131

artikel 338000132

artikel 338000133

artikel 338000134

artikel 338000135

article 710000211

article 710000212

article 710000213

article 710000214

article 710000215

article 710000216

article 710000217

article 710000218

article 710000219

article 710000220

article 710000221

article 710000222

article 710000223

article 710000224

article 710000225

article 710000226

article 710000227

article 710000228

article 710000229

article 710000230

article 710000231

article 710000232

article 710000233

article 710000234

article 710000235

article 710000236

article 710000237

article 710000238

article 710000239

article 710000240

article 710000241

article 710000242

article 710000243

article 710000244

article 710000245

article 710000246

article 710000247

article 710000248

article 710000249

article 710000250

article 710000251

article 710000252

article 710000253

article 710000254

article 710000255

article 710000256

article 710000257

article 710000258

article 710000259

article 710000260

article 710000261

article 710000262

article 710000263

article 710000264

article 710000265

article 710000266

article 710000267

article 710000268

article 710000269

article 710000270

article 710000271

article 710000272

article 710000273

article 710000274

article 710000275

article 710000276

article 710000277

article 710000278

article 710000279

article 710000280

article 888000081

article 888000082

article 888000083

article 888000084

article 888000085

article 888000086

article 888000087

article 888000088

article 888000089

article 888000090

article 888000091

article 888000092

article 888000093

article 888000094

article 888000095

article 888000096

article 888000097

article 888000098

article 888000099

article 888000100

cuaca 898100196

cuaca 898100197

cuaca 898100198

cuaca 898100199

cuaca 898100200

cuaca 898100201

cuaca 898100202

cuaca 898100203

cuaca 898100204

cuaca 898100205

cuaca 898100206

cuaca 898100207

cuaca 898100208

cuaca 898100209

cuaca 898100210

cuaca 898100211

cuaca 898100212

cuaca 898100213

cuaca 898100214

cuaca 898100215

cuaca 898100216

cuaca 898100217

cuaca 898100218

cuaca 898100219

cuaca 898100220

cuaca 898100221

cuaca 898100222

cuaca 898100223

cuaca 898100224

cuaca 898100225

content-1701