banner 728x250
Berita  

Menteri Mukhtarudin Resmikan Migrant Center Pertama di Kalimantan, Rektor ULM Sambut Strategi Baru SDM

banner 120x600
banner 468x60

Jakarta, tempojakarta.id – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) secara resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (23/6/2026).

Sinergi ini menandai langkah nyata dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul asal Kalimantan Selatan yang siap menguasai pasar kerja internasional pada sektor medium-to-high skill.

banner 325x300

Acara krusial ini dihadiri langsung oleh Rektor ULM Prof. Dr. Ahmad Alim Bachri, serta Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Selatan Irfan Sayuti yang hadir mewakili Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan beserta jajaran terkait.

Selain ULM, momentum strategis ini juga diperkuat dengan bergabungnya delapan perguruan tinggi lain di wilayah Kalimantan Selatan.

Amanat Presiden : Ekosistem Migrasi Aman dan Berkelas Global

Dalam sambutannya, Menteri P2MI Mukhtarudin menegaskan, kolaborasi ini merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Presiden RI Prabowo Subianto untuk merombak total tata kelola pekerja migran. Fokus utama terletak pada peningkatan kualitas pelindungan secara menyeluruh mulai dari sebelum, selama, hingga setelah bekerja serta mengoptimalkan penempatan Pekerja Migran Indonesia yang terampil dan profesional.

“Institusi pendidikan tinggi seperti Universitas Lambung Mangkurat memiliki peran strategis ganda. Pertama, sebagai mitra hulu yang menyiapkan SDM kompeten dan tersertifikasi sejak di bangku kuliah. Kedua, sebagai garda edukasi yang membentengi mahasiswa serta masyarakat dari jebakan migrasi non-prosedural melalui literasi jalur resmi,” ujar Menteri Mukhtarudin.

Memanfaatkan Titik Temu Bonus Demografi dan Aging Population

Menteri P2MI memaparkan, bahwa penguatan sistem vokasi dan pelindungan ini menjadi sangat mendesak di tengah puncak bonus demografi Indonesia. Di saat tanah air memiliki kelimpahan penduduk usia produktif, negara-negara maju justru tengah menghadapi fenomena aging population (penuaan populasi) yang memicu defisit tenaga kerja massal.

Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI) periode Januari 2025 hingga 21 Juni 2026, secara nasional pemerintah telah memfasilitasi 439.543 layanan penempatan. Lima negara tujuan utama masih didominasi oleh Taiwan, Malaysia, Hong Kong, Jepang, dan Singapura.

Peluang ke depan pun dinilai masih sangat terbuka lebar. Data Sistem Informasi Pasar Kerja (SIP2MI) per 21 Juni 2026 mencatat ada 311.073 posisi peluang kerja luar negeri yang tersedia. Namun, jumlah yang terserap baru mencapai 76.979 posisi (24,75%).

“Artinya, masih ada 234.094 peluang kerja atau sekitar 75,25% yang kosong dan menanti untuk diisi oleh tenaga kerja Indonesia yang kompeten,” papar Mukhtarudin.

Potensi Strategis Kalimantan Selatan dan Efek Remitansi

Khusus wilayah Kalimantan Selatan, data SISKOP2MI mencatat telah ada 679 penempatan Pekerja Migran asal daerah ini sepanjang periode 2023 hingga 20 Juni 2026. Dalam hal pelindungan, Kementerian P2MI juga tercatat telah menangani 35 aduan dari Pekerja Migran asal Kalsel.

Komitmen pelindungan di tingkat akar rumput ini diperkuat lewat program Desa Migran Emas yang kini telah menjangkau 756 desa secara nasional, termasuk 10 desa di Kalimantan Selatan.

Menteri Mukhtarudin menekankan, bahwa modal ULM sangat kuat berkat keberadaan 11 fakultas yang mencakup bidang kesehatan, teknik, pertanian, kehutanan, perikanan, ekonomi, hingga ilmu sosial. Semua sektor ini linear dengan kebutuhan pasar global.

Menurut Mukhtarudin, jika potensi ini dimaksimalkan, dampak ekonomi bagi daerah diproyeksikan tumbuh pesat.

“Bisa kita bayangkan, apabila setiap pekerja migran kita secara konsisten mengirimkan remitansi maka ini akan menciptakan multiplier effect yang luar biasa bagi penggerak roda UMKM di desa-desa serta mendongkrak daya beli masyarakat lokal,” jelas Mukhtarudin.

Aktivasi Migrant Center dan Target Brain Circulation

Sebagai implementasi konkret di lapangan, ULM resmi menjadi perguruan tinggi ke-22 di Indonesia yang mengoperasikan Migrant Center.
Pusat layanan terpadu di dalam kampus ini tidak hanya berfungsi sebagai wadah peningkatan kapasitas teknis, tetapi juga menjadi pusat informasi karier internasional, penyelarasan kurikulum, standardisasi kelembagaan vokasi, serta tameng edukasi anticalo.

Langkah penguatan di jenjang pendidikan tinggi ini sejalan dengan target Quick Win program SMK/Vokasi Go Global yang dicanangkan dalam Sidang Kabinet. Kementerian P2MI bertindak sebagai leading sector berkolaborasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat.

Pemerintah telah merancang peta jalan (roadmap) penempatan 500.000 tenaga kerja terampil pada sektor strategis seperti caregiver, welder, hospitality, nurse, hingga truck driver yang akan dieksekusi bertahap dari tahun 2026 hingga 2029. Visi besarnya adalah mentransformasi status Indonesia menjadi Global Talent Supplier lewat ekosistem Brain Circulation.

“Kita mendesain agar anak-anak bangsa berangkat sebagai talenta global yang profesional, menyerap ilmu dan etos kerja di negara maju, lalu membawa pulang kompetensi terbaiknya untuk membangun tanah air,” tegas Mukhtarudin.

Pesan untuk ‘Anak Banua’ : Berani Jadi Warga Dunia

Di hadapan para mahasiswa ULM, Menteri P2MI secara terbuka mengajak untuk meruntuhkan stigma kuno yang memandang sebelah mata profesi pekerja migran sebagai pekerjaan kasar. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa alumni ULM telah membuktikan kelasnya di kancah internasional.
Tercatat, sembilan alumni ULM baru saja mengikuti seleksi program Government to Government (G to G) Jepang dan menjalani ujian bahasa pada 19 Juni 2026 kemarin.

Selain itu, banyak alumni lainnya yang telah sukses bekerja di Jepang via skema Specified Skilled Worker (SSW) maupun jalur mandiri.

Namun, Menteri Mukhtarudin mengingatkan bahwa terdapat dua tantangan besar yang wajib dipersiapkan mahasiswa sejak dini dari bangku kuliah. Tantangan pertama adalah penguasaan bahasa dan sertifikasi, karena keterampilan teknis yang hebat tidak akan optimal tanpa penguasaan bahasa negara tujuan seperti bahasa Mandarin, Jepang, Korea, atau Inggris.

Guna menjawab kebutuhan tersebut, Migrant Center ULM nantinya akan memfasilitasi pelatihan ini secara terintegrasi.

Tantangan kedua, kata Menteri Mukhtarudin, menyangkut literasi keamanan jalur resmi, di mana mahasiswa diminta untuk selalu memanfaatkan platform resmi seperti SISKOP2MI dan web resmi KP2MI demi menghindari jebakan dokumen palsu maupun perekrutan ilegal. Menutup arahannya,

Menteri P2MI membakar semangat para mahasiswa dengan sebuah pesan mendalam bagi generasi muda Kalimantan Selatan agar berani mengambil peluang di panggung global.

“Anak Banua harus berani menjadi warga dunia tanpa kehilangan jati dirinya sebagai orang Indonesia. Rumusnya jelas, berangkatlah dengan bangga, belajarlah dengan giat, dan kembalilah dengan gagah membawa perubahan untuk Kalimantan Selatan,” pungkas Menteri P2MI Mukhtarudin.

Migran Center Pertama di Kalimantan

Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Prof. Dr. Ahmad Alim Bachri, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kehadiran Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin dalam agenda kuliah umum sekaligus peresmian Migrant Center di kampus ULM.

Fasilitas baru ini resmi berdiri sebagai Migrant Center pertama yang menjadi pusat layanan terpadu di Kawasan Regional Kalimantan.

Prof. Ahmad Alim Bachri menegaskan bahwa kehadiran Migrant Center ini merupakan momentum krusial yang akan membawa dampak luas terhadap orientasi dan kebijakan pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungan ULM ke depan.

“Saya dalam hal ini mewakili seluruh sivitas akademika ULM menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Menteri yang telah hadir pada hari ini, dalam rangka memberikan kuliah umum sekaligus meresmikan Migrant Center yang didirikan oleh Universitas Lambung Mangkurat,” ujar Prof. Ahmad Alim Bachri.

Sinergi Lintas Sektor dan Penguatan Kompetensi Bahasa

Rektor ULM optimistis keberadaan pusat layanan ini mampu mempererat hubungan kerja sama multi-pihak demi mencetak tenaga kerja profesional yang siap bersaing secara legal dan aman di kancah global.

“Tentu ini mudah-mudahan akan menjadi poin kolaborasi antar pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan tentu saja ini akan berdampak luas terhadap kebijakan-kebijakan pengelolaan sumber daya manusia di ULM, Pak Menteri,” harap Rektor.

Merespons tantangan yang disampaikan oleh Menteri P2MI mengenai pentingnya penguasaan bahasa asing, Prof. Ahmad Alim Bachri langsung memasang target besar bagi institusi yang dipimpinnya.

Dengan modal puluhan ribu mahasiswa aktif yang tersebar di 11 fakultas, ULM berkomitmen untuk melakukan perombakan kurikulum yang berfokus pada peningkatan kemampuan soft skill dan bahasa internasional.

“Kami harus mempersiapkan SDM-SDM dari ULM, mahasiswa yang kami miliki sekarang ini yang 30-an ribu lebih itu, kalau bisa didorong untuk meningkatkan kompetensinya dan skill nya di bidang bahasa, sehingga dengan demikian selesai kuliah bisa ditempatkan di mana saja sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan pasar tenaga kerja di sini,” ujar Rektor.

Di akhir pernyataannya, Prof. Ahmad Alim Bachri kembali menyampaikan rasa bangganya atas kepercayaan yang diberikan oleh Kementerian P2MI kepada kampus ULM tersebut.

“Sekali lagi terima kasih Pak Menteri. Dan sekali lagi atas nama seluruh sivitas akademika memberikan kehormatan,” pungkas Rektor.

Melalui peresmian ini, ULM di bawah kepemimpinan Prof. Ahmad Alim Bachri siap mentransformasikan diri dari sekadar institusi pendidikan lokal menjadi inkubator talenta global (global talent supplier) yang akan menyuplai tenaga kerja ahli dari Kalimantan ke berbagai negara maju di dunia. (Arm)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

content-1701

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

\

sabung ayam online

sabung ayam online

SLOT MAHJONG

sabung ayam online

article 0000111

article 0000112

article 0000113

article 0000114

article 0000115

article 0000116

article 0000117

article 0000118

article 0000119

article 0000120

article 0000121

article 0000122

article 0000123

article 0000124

article 0000125

article 0000126

article 0000127

article 0000128

article 0000129

article 0000130

article 0000131

article 0000132

article 0000133

article 0000134

article 0000135

article 0000136

article 0000137

article 0000138

article 0000139

article 0000140

article 0000141

article 0000142

article 0000143

article 0000144

article 0000145

article 0000146

article 0000147

article 0000148

article 0000149

article 0000150

article 00036

article 00037

article 00038

article 00039

article 00040

article 00041

article 00042

article 00043

article 00044

article 00045

article 00046

article 00047

article 00048

article 00049

article 00050

article 00051

article 00052

article 00053

article 00054

article 00055

article 00056

article 00057

article 00058

article 00059

article 00060

article 00061

article 00062

article 00063

article 00064

article 00065

article 3000101

article 3000102

article 3000103

article 3000104

article 3000105

article 3000106

article 3000107

article 3000108

article 3000109

article 3000110

article 3000111

article 3000112

article 3000113

article 3000114

article 3000115

article 3000116

article 3000117

article 3000118

article 3000119

article 3000120

article 3000121

article 3000122

article 3000123

article 3000124

article 3000125

article 3000126

article 3000127

article 3000128

article 3000129

article 3000130

article 3000131

article 3000132

article 3000133

article 3000134

article 3000135

article 3000136

article 3000137

article 3000138

article 3000139

article 3000140

article 3000141

article 3000142

article 3000143

article 3000144

article 3000145

article 3000146

article 3000147

article 3000148

article 3000149

article 3000150

artikel 000000131

artikel 000000132

artikel 000000133

artikel 000000134

artikel 000000135

artikel 000000136

artikel 000000137

artikel 000000138

artikel 000000139

artikel 000000140

artikel 000000141

artikel 000000142

artikel 000000143

artikel 000000144

artikel 000000145

artikel 000000146

artikel 000000147

artikel 000000148

artikel 000000149

artikel 000000150

artikel 000000151

artikel 000000152

artikel 000000153

artikel 000000154

artikel 000000155

artikel 000000156

artikel 000000157

artikel 000000158

artikel 000000159

artikel 000000160

artikel 000000161

artikel 000000162

artikel 000000163

artikel 000000164

artikel 000000165

artikel 000000166

artikel 000000167

artikel 000000168

artikel 000000169

artikel 000000170

artikel 000000171

artikel 000000172

artikel 000000173

artikel 000000174

artikel 000000175

artikel 000000176

artikel 000000177

artikel 000000178

artikel 000000179

artikel 000000180

article 2000101

article 2000102

article 2000103

article 2000104

article 2000105

article 2000106

article 2000107

article 2000108

article 2000109

article 2000110

article 2000111

article 2000112

article 2000113

article 2000114

article 2000115

article 2000116

article 2000117

article 2000118

article 2000119

article 2000120

article 2000121

article 2000122

article 2000123

article 2000124

article 2000125

invoice 00076

invoice 00077

invoice 00078

invoice 00079

invoice 00080

invoice 00081

invoice 00082

invoice 00083

invoice 00084

invoice 00085

invoice 00086

invoice 00087

invoice 00088

invoice 00089

invoice 00090

invoice 00091

invoice 00092

invoice 00093

invoice 00094

invoice 00095

invoice 00096

invoice 00097

invoice 00098

invoice 00099

invoice 00100

article 238000441

article 238000442

article 238000443

article 238000444

article 238000445

article 238000446

article 238000447

article 238000448

article 238000449

article 238000450

article 238000451

article 238000452

article 238000453

article 238000454

article 238000455

article 238000456

article 238000457

article 238000458

article 238000459

article 238000460

article 238000461

article 238000462

article 238000463

article 238000464

article 238000465

article 238000466

article 238000467

article 238000468

article 238000469

article 238000470

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

content-1701