banner 728x250
Berita  

Usung Tagline Mbangun Desa, Mulyakake Warga, Mas Imam Siap Maju di Pilkades Tunggak

banner 120x600

GROBOGAN, TEMPOJAKARTA.ID —

Mas Imam menyatakan akan mendaftarkan diri sebagai calon Kepala Desa Tunggak, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah, pada Senin, 19 Oktober 2026. Rencana tersebut disampaikan saat ditemui awak media di kediamannya pada Sabtu (17/10/2026).

Mengusung slogan “Muda, Cerdas & Amanah”, Mas Imam menawarkan gagasan pembangunan desa yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan ekonomi lokal, serta tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Dalam materi pencalonannya, Mas Imam mengangkat tagline “Mbangun Desa, Mulyakake Warga”, yang bermakna membangun desa sekaligus memuliakan warga. Tagline tersebut menjadi pesan utama dalam gagasan pembangunan Desa Tunggak yang lebih maju, sejahtera, mandiri, dan bermartabat.

Usung Visi Desa Tunggak yang Maju dan Mandiri

Dalam visi yang ditawarkan, Mas Imam ingin mewujudkan Desa Tunggak yang maju, sejahtera, mandiri, dan berdaya saing, dengan masyarakat yang rukun, cerdas, serta bermartabat.

Gagasan tersebut menempatkan pembangunan desa sebagai upaya menyeluruh yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia.

Pemerintahan desa, dalam konsep yang ditawarkan, diharapkan mampu memberikan pelayanan yang mudah diakses masyarakat, terbuka dalam pengelolaan pemerintahan, serta bertanggung jawab dalam menjalankan program pembangunan.

Dengan demikian, kemajuan desa tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.

Enam Misi Menjadi Arah Pembangunan Desa

Untuk mewujudkan visi tersebut, Mas Imam merumuskan enam misi utama yang mencakup berbagai sektor pembangunan Desa Tunggak.

Pertama, meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pelayanan pemerintahan desa diarahkan agar lebih transparan, cepat, dan akuntabel sehingga masyarakat memperoleh pelayanan yang mudah, jelas, dan bertanggung jawab.

Kedua, memperkuat ekonomi dan pemberdayaan masyarakat. Pengembangan ekonomi desa dilakukan melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sektor pertanian, peternakan, serta berbagai potensi ekonomi lokal lainnya.

Program tersebut diharapkan dapat membuka peluang usaha, meningkatkan produktivitas masyarakat, dan memperkuat kemandirian ekonomi warga.

Ketiga, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan. Peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang lebih produktif dan mampu menghadapi tantangan zaman.

Keempat, mempercepat pembangunan infrastruktur desa. Pembangunan infrastruktur diarahkan agar berlangsung secara merata dan berkelanjutan guna mendukung mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi, serta akses terhadap pelayanan dasar.

Kelima, memperkuat kerukunan dan gotong royong. Mas Imam memasukkan penguatan kebersamaan, nilai-nilai budaya, dan kearifan lokal sebagai bagian dari upaya menjaga keharmonisan masyarakat.

Keenam, mewujudkan lingkungan yang bersih dan lestari. Lingkungan desa yang bersih, aman, nyaman, dan terjaga kelestariannya menjadi salah satu tujuan pembangunan yang ditawarkan.

Keenam misi tersebut menggambarkan arah pembangunan yang mencakup aspek pemerintahan, ekonomi, sosial, infrastruktur, dan lingkungan.

“Mbangun Desa, Mulyakake Warga”

Tagline “Mbangun Desa, Mulyakake Warga” menjadi pesan utama dalam materi pencalonan Mas Imam. Ungkapan tersebut menekankan bahwa pembangunan desa seharusnya tidak hanya terlihat dari perubahan fisik, tetapi juga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Dalam konteks pemerintahan desa, partisipasi masyarakat menjadi unsur penting untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan warga. Masyarakat perlu memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi, memberikan masukan, serta ikut mengawasi pelaksanaan program pembangunan.

Keterbukaan pemerintah desa, komunikasi yang baik, dan semangat gotong royong dapat menjadi modal sosial untuk mendorong pembangunan yang lebih inklusif.

Melalui tagline tersebut, pembangunan Desa Tunggak diarahkan agar berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan dan martabat masyarakat.

Senin, 19 Oktober 2026, Mas Imam Rencanakan Pendaftaran

Saat ditemui awak media di kediamannya pada Sabtu (17/10/2026), Mas Imam menyampaikan rencananya untuk melakukan pendaftaran sebagai calon Kepala Desa Tunggak pada Senin (19/10/2026).

Rencana tersebut menjadi tahapan awal yang akan ditempuh dalam proses pencalonan. Adapun pelaksanaan dan penerimaan pendaftaran tetap perlu dikonfirmasi kepada panitia atau pihak berwenang setelah proses pendaftaran dilakukan.

Dengan mengusung slogan “Muda, Cerdas & Amanah”, Mas Imam membawa gagasan kepemimpinan yang menitikberatkan pada kemajuan desa, penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta pembangunan yang berkelanjutan.

Namun, visi dan misi tersebut pada akhirnya perlu diterjemahkan ke dalam program kerja yang terukur, disertai prioritas yang jelas, pengelolaan anggaran yang bertanggung jawab, serta evaluasi yang dapat diketahui masyarakat.

Bagi masyarakat Desa Tunggak, gagasan pembangunan tersebut dapat menjadi bahan untuk mencermati arah program yang ditawarkan setiap calon kepala desa.

Sebab, pembangunan desa yang berhasil tidak hanya bergantung pada visi yang disampaikan, tetapi juga pada kemampuan menjalankan program, menjaga amanah, dan melibatkan masyarakat dalam setiap proses pembangunan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *