JAKARTA, TEMPOJAKARTA.ID –
Rabu, 28 Oktober 2026 — Kegiatan diskusi yang membahas dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menjadi ruang bagi para peserta, khususnya kalangan aktivis dan pemuda, untuk mengevaluasi berbagai kebijakan serta program pemerintah sejak awal masa kepemimpinan.
Diskusi tersebut menyoroti berbagai capaian, tantangan, serta persoalan yang masih menjadi perhatian publik. Kegiatan ini juga mendorong masyarakat untuk menilai jalannya pemerintahan secara objektif, kritis, dan berdasarkan kondisi serta perkembangan yang terjadi di tengah masyarakat.
Dalam diskusi tersebut, Fadli, selaku aktivis dan koordinator kelompok SMPRO, menilai bahwa dua tahun pemerintahan merupakan momentum penting untuk mengukur sejauh mana program-program yang telah dicanangkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kami berharap setiap program pemerintah tidak hanya berorientasi pada pencapaian target administratif, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang nyata dan merata bagi masyarakat, khususnya kelompok yang masih menghadapi keterbatasan ekonomi,” ujar Fadli.
Selain membahas capaian pemerintah, diskusi tersebut turut menyoroti berbagai tantangan yang masih perlu mendapatkan perhatian serius dan berkelanjutan. Beberapa persoalan yang menjadi pembahasan meliputi daya beli masyarakat, ketersediaan lapangan kerja, harga kebutuhan pokok, kesenjangan sosial, pemberantasan korupsi, serta efektivitas pelayanan publik.
Para peserta menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur melalui angka pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan fisik, tetapi juga melalui perubahan nyata dalam kualitas hidup masyarakat, pemerataan kesejahteraan, serta kemudahan masyarakat dalam mengakses pelayanan publik.
Di sisi lain, peserta juga mengapresiasi berbagai upaya pemerintah yang dinilai berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penguatan pembangunan nasional. Namun, apresiasi tersebut tetap disertai dengan catatan kritis agar pemerintah secara berkala mengevaluasi kebijakan dan program yang belum mencapai hasil optimal.
Pemerintah juga diharapkan semakin responsif terhadap aspirasi masyarakat, memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, serta memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Sebagai penutup, diskusi SMPRO menegaskan bahwa evaluasi terhadap dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran merupakan bagian penting dari upaya mendorong penyelenggaraan pemerintahan yang lebih baik. Evaluasi perlu dilakukan secara objektif, kritis, konstruktif, dan berbasis data agar capaian yang telah diraih dapat dipertahankan, sementara berbagai kekurangan dan kendala dapat segera diperbaiki.
Melalui diskusi ini, SMPRO berharap pemerintah terus membuka ruang dialog dengan masyarakat, khususnya kalangan pemuda dan aktivis, guna mendorong kebijakan publik yang lebih transparan, responsif, dan berpihak pada kepentingan rakyat.” Ucap SMPRO Kepada rekan rekan media. 20 october 2026.
SMPRO meyakini bahwa kritik dan evaluasi merupakan bagian penting dari demokrasi untuk mewujudkan pemerintahan yang lebih baik dan kesejahteraan masyarakat yang lebih merata.
Sumber : Divisi Humas MIO Indonesia DKI Jakarta
Reporter : Edo
















