banner 728x250

Polsek Metro Menteng Ungkap Sindikat Pencurian Modul BTS dengan Kerugian Rp120 Miliar

banner 120x600
banner 468x60

Jakarta Pusat – Polsek Metro Menteng berhasil mengungkap kasus besar pencurian modul Base Transceiver Station (BTS) dengan pemberatan, yang melibatkan sindikat pencurian berskala internasional. Aksi ini merugikan beberapa perusahaan telekomunikasi besar, termasuk PT Telkomsel, PT Indosat Ooredoo Hutchison, PT Axiata, dan PT Tower Bersama Group, dengan total kerugian mencapai sekitar Rp120 miliar.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, S.H., S.I.K., M.Si., menjelaskan bahwa pencurian ini dilakukan dalam beberapa kejadian di tahun 2023 dan 2024. Kasus pertama terjadi pada 28 November 2023, disusul dengan kejadian lainnya pada 9 dan 29 Agustus 2024. Barang bukti yang berhasil diamankan berupa 227 unit modul BTS dan 13 palet modul yang siap dikirim ke Cina.

banner 325x300

Kronologis Pengungkapan Kasus

Pada 1 September 2024, polisi berhasil menangkap pelaku utama, MJ (30), yang berperan sebagai pelaku lapangan. Dengan menyamar sebagai teknisi PT Telkomsel menggunakan pakaian kerja teknisi, MJ berhasil melakukan pencurian modul BTS di lokasi kejadian. Barang-barang yang dicuri kemudian dikumpulkan di sebuah gudang di Serpong, Tangerang.

“Dalam aksinya, tersangka MJ menyamar menggunakan wearpack dan alat-alat teknisi, sehingga berhasil masuk ke lokasi pencurian tanpa dicurigai. Setelah itu, barang-barang hasil curian dikumpulkan di Serpong dan siap dikirim ke Cina,” tutur Kapolres Susatyo di Polsek Metro Menteng pada, Senin, 14 Oktober 2024.

Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil menangkap beberapa tersangka lainnya, termasuk AL (1), TY (34), RCH (25), dan AB (49) di berbagai lokasi, termasuk Serpong dan Kebon Sirih. Mereka bekerja untuk mengumpulkan dan mempersiapkan pengiriman modul-modul curian tersebut ke Cina. Pengiriman barang dilakukan melalui gudang di Cilincing, Jakarta Utara.

Modus dan Kerugian

Kapolres menambahkan bahwa sindikat ini bekerja dengan rapi dan terorganisir. Modul BTS yang dicuri, yang masing-masing bernilai sekitar Rp90 juta, dijual dengan harga lebih rendah, yaitu sekitar Rp7 juta hingga Rp8 juta per unit. Para pelaku telah melakukan aksi serupa sebanyak empat kali, dua di antaranya berhasil. Kejahatan ini diduga memiliki jaringan internasional, dengan salah satu pelaku yang masih buron, berinisial SJ, yang merupakan warga negara Cina. SJ diduga menjadi otak di balik pengiriman modul-modul tersebut ke Hong Kong.

“Kami menerapkan pasal 363 dan pasal 481 KUHP kepada para pelaku, mengingat dampaknya yang besar. Kami akan terus bekerja untuk menangkap pelaku yang masih buron dan menghentikan pengiriman barang ke luar negeri,” ujar Kombes Pol Susatyo.

Divhubinter Polri melalui interpol akan melakukan koordinasi dengan otoritas kepolisian di Hong Kong untuk mengejar pelaku yang kabur ke luar negeri. “Kami sedang mempersiapkan koordinasi dengan interpol untuk menangkap pelaku warga negara asing ini. Nantinya, kami akan bekerja sama dengan otoritas di Hong Kong untuk menindaklanjuti pengejaran pelaku,” kata perwakilan Divhubinter Polri di lokasi yang sama.

Perwakilan dari PT Telkomsel dan perusahaan telekomunikasi lainnya yang turut menjadi korban dalam kejahatan ini menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak kepolisian atas pengungkapan kasus ini. Mereka juga menegaskan pentingnya menjaga infrastruktur telekomunikasi yang vital bagi masyarakat dan mendorong masyarakat untuk melaporkan indikasi pencurian atau vandalisme terhadap infrastruktur telekomunikasi.

“Kami sangat mengapresiasi upaya kepolisian dalam mengungkap kasus ini. Pencurian infrastruktur telekomunikasi bukan hanya merugikan perusahaan secara material, tetapi juga mengganggu akses layanan masyarakat yang sangat penting,” ujar perwakilan PT Telkomsel di lokasi yang sama.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar berperan aktif dalam menjaga keamanan infrastruktur telekomunikasi, karena pencurian modul BTS berdampak pada kualitas layanan telekomunikasi yang menjadi kebutuhan pokok di era digital saat ini.

Kapolres menegaskan bahwa kasus ini menjadi prioritas karena dampaknya yang besar terhadap masyarakat dan ekonomi nasional. Saat ini, penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap jaringan lebih luas dan menghentikan operasi sindikat pencurian ini secara keseluruhan.

“Kasus ini sangat kami prioritaskan, karena pencurian modul BTS berdampak langsung pada masyarakat luas. Ke depan, kami akan terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan yang lebih besar,” pungkas Kombes Pol Susatyo.(Humas Polres Metro Jakarta Pusat/Bbg)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

content-1701

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

\

sabung ayam online

sabung ayam online

SLOT MAHJONG

sabung ayam online

article 238000411

article 238000412

article 238000413

article 238000414

article 238000415

article 238000416

article 238000417

article 238000418

article 238000419

article 238000420

article 238000421

article 238000422

article 238000423

article 238000424

article 238000425

article 238000426

article 238000427

article 238000428

article 238000429

article 238000430

article 238000431

article 238000432

article 238000433

article 238000434

article 238000435

article 238000436

article 238000437

article 238000438

article 238000439

article 238000440

article 238000441

article 238000442

article 238000443

article 238000444

article 238000445

article 238000446

article 238000447

article 238000448

article 238000449

article 238000450

article 238000451

article 238000452

article 238000453

article 238000454

article 238000455

article 238000456

article 238000457

article 238000458

article 238000459

article 238000460

artikel 338000031

artikel 338000032

artikel 338000033

artikel 338000034

artikel 338000035

artikel 338000036

artikel 338000037

artikel 338000038

artikel 338000039

artikel 338000040

artikel 338000041

artikel 338000042

artikel 338000043

artikel 338000044

artikel 338000045

artikel 338000046

artikel 338000047

artikel 338000048

artikel 338000049

artikel 338000050

artikel 338000051

artikel 338000052

artikel 338000053

artikel 338000054

artikel 338000055

artikel 338000056

artikel 338000057

artikel 338000058

artikel 338000059

artikel 338000060

artikel 338000061

artikel 338000062

artikel 338000063

artikel 338000064

artikel 338000065

artikel 338000066

artikel 338000067

artikel 338000068

artikel 338000069

artikel 338000070

artikel 338000071

artikel 338000072

artikel 338000073

artikel 338000074

artikel 338000075

artikel 338000076

artikel 338000077

artikel 338000078

artikel 338000079

artikel 338000080

artikel 338000081

artikel 338000082

artikel 338000083

artikel 338000084

artikel 338000085

artikel 338000086

artikel 338000087

artikel 338000088

artikel 338000089

artikel 338000090

artikel 338000091

artikel 338000092

artikel 338000093

artikel 338000094

artikel 338000095

artikel 338000096

artikel 338000097

artikel 338000098

artikel 338000099

artikel 338000100

artikel 338000101

artikel 338000102

artikel 338000103

artikel 338000104

artikel 338000105

artikel 338000106

artikel 338000107

artikel 338000108

artikel 338000109

artikel 338000110

artikel 338000111

artikel 338000112

artikel 338000113

artikel 338000114

artikel 338000115

artikel 338000116

artikel 338000117

artikel 338000118

artikel 338000119

artikel 338000120

artikel 338000121

artikel 338000122

artikel 338000123

artikel 338000124

artikel 338000125

artikel 338000126

artikel 338000127

artikel 338000128

artikel 338000129

artikel 338000130

artikel 338000131

artikel 338000132

artikel 338000133

artikel 338000134

artikel 338000135

article 710000211

article 710000212

article 710000213

article 710000214

article 710000215

article 710000216

article 710000217

article 710000218

article 710000219

article 710000220

article 710000221

article 710000222

article 710000223

article 710000224

article 710000225

article 710000226

article 710000227

article 710000228

article 710000229

article 710000230

article 710000231

article 710000232

article 710000233

article 710000234

article 710000235

article 710000236

article 710000237

article 710000238

article 710000239

article 710000240

article 710000241

article 710000242

article 710000243

article 710000244

article 710000245

article 710000246

article 710000247

article 710000248

article 710000249

article 710000250

article 710000251

article 710000252

article 710000253

article 710000254

article 710000255

article 710000256

article 710000257

article 710000258

article 710000259

article 710000260

article 710000261

article 710000262

article 710000263

article 710000264

article 710000265

article 710000266

article 710000267

article 710000268

article 710000269

article 710000270

article 710000271

article 710000272

article 710000273

article 710000274

article 710000275

article 710000276

article 710000277

article 710000278

article 710000279

article 710000280

article 888000081

article 888000082

article 888000083

article 888000084

article 888000085

article 888000086

article 888000087

article 888000088

article 888000089

article 888000090

article 888000091

article 888000092

article 888000093

article 888000094

article 888000095

article 888000096

article 888000097

article 888000098

article 888000099

article 888000100

cuaca 898100196

cuaca 898100197

cuaca 898100198

cuaca 898100199

cuaca 898100200

cuaca 898100201

cuaca 898100202

cuaca 898100203

cuaca 898100204

cuaca 898100205

cuaca 898100206

cuaca 898100207

cuaca 898100208

cuaca 898100209

cuaca 898100210

cuaca 898100211

cuaca 898100212

cuaca 898100213

cuaca 898100214

cuaca 898100215

cuaca 898100216

cuaca 898100217

cuaca 898100218

cuaca 898100219

cuaca 898100220

cuaca 898100221

cuaca 898100222

cuaca 898100223

cuaca 898100224

cuaca 898100225

content-1701