banner 728x250
Berita  

PEMERINTAH HARUS SEGERA TARIK PASUKAN TNI DARI LEBANON: PBB MATI SURI, KEHILANGAN MARTABAT DAN HARGA DIRI

banner 120x600
banner 468x60

tempojakarta.id

Jakarta,01-04-2026

banner 325x300

tempojakarta.id – Petisi Ahli mengecam keras tragedi gugurnya prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon dan mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk segera menarik seluruh personel TNI dari bawah komando PBB (UNIFIL) tanpa kompromi.

Peristiwa ledakan yang menewaskan prajurit Indonesia bukan sekadar insiden, melainkan bukti nyata kegagalan sistemik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam menjamin keamanan pasukan perdamaian yang berada di bawah mandatnya.

Petisi Ahli menilai, keberadaan PBB hari ini bukan lagi simbol perdamaian dunia, melainkan lembaga yang kehilangan wibawa, kehilangan kendali, bahkan kehilangan harga diri di hadapan konflik global.

“Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi (Salus Populi Suprema Lex Esto). Tidak ada satu pun kepentingan internasional yang boleh mengalahkan nyawa prajurit Indonesia,” tegas Petisi Ahli.

Menurut Petisi Ahli, mempertahankan pasukan TNI di wilayah konflik aktif tanpa jaminan keamanan yang nyata adalah bentuk kelalaian negara terhadap kewajiban konstitusionalnya.

Lebih jauh, Petisi Ahli menegaskan bahwa Indonesia memang memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga perdamaian dunia, sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang menyatakan:

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.”

Namun Petisi Ahli menegaskan dengan keras:

Amanat konstitusi tersebut bukanlah mandat untuk mengorbankan nyawa anak bangsa dalam sistem internasional yang gagal melindungi mereka.

Dalam konteks ini, Petisi Ahli menyatakan bahwa:

PBB telah gagal menjalankan fungsi utamanya sebagai penjaga perdamaian dunia;

PBB tidak mampu menjamin keselamatan pasukan perdamaian;

Bahkan secara moral, PBB telah kehilangan legitimasi sebagai otoritas global dalam menjaga keamanan internasional.

Petisi Ahli menilai, mempertahankan pasukan TNI di Lebanon dalam kondisi seperti ini sama saja dengan:

“mengirim prajurit ke wilayah kematian tanpa kepastian perlindungan.”

Ini bukan lagi misi perdamaian ini adalah risiko yang tidak rasional dan tidak dapat dibenarkan secara hukum maupun moral.

Oleh karena itu, Petisi Ahli mendesak Pemerintah untuk segera mengambil langkah tegas:

1. Menarik seluruh personel TNI dari Lebanon tanpa penundaan;

2. Melakukan evaluasi total terhadap keterlibatan Indonesia dalam misi PBB;

3. Menghentikan pengiriman pasukan ke wilayah konflik aktif yang tidak terkendali;

4. Menempatkan keselamatan prajurit sebagai prioritas absolut di atas diplomasi internasional.

Petisi Ahli juga mengingatkan bahwa negara yang kuat adalah negara yang melindungi rakyatnya, bukan yang mengorbankannya demi citra global.

Jika pemerintah tetap membiarkan kondisi ini, maka hal tersebut dapat dinilai sebagai kegagalan negara dalam menjalankan kewajiban konstitusional untuk melindungi segenap bangsa Indonesia.

Salam,
Dr. (c) Pitra Romadoni Nasution, SH., MH
Presiden Petisi Ahli

Zy

*

*PEMERINTAH HARUS SEGERA TARIK PASUKAN TNI DARI LEBANON: PBB MATI SURI, KEHILANGAN MARTABAT DAN HARGA DIRI*

Jakarta,01-04-2026

tempojakarta.id – Petisi Ahli mengecam keras tragedi gugurnya prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon dan mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk segera menarik seluruh personel TNI dari bawah komando PBB (UNIFIL) tanpa kompromi.

Peristiwa ledakan yang menewaskan prajurit Indonesia bukan sekadar insiden, melainkan bukti nyata kegagalan sistemik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam menjamin keamanan pasukan perdamaian yang berada di bawah mandatnya.

Petisi Ahli menilai, keberadaan PBB hari ini bukan lagi simbol perdamaian dunia, melainkan lembaga yang kehilangan wibawa, kehilangan kendali, bahkan kehilangan harga diri di hadapan konflik global.

“Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi (Salus Populi Suprema Lex Esto). Tidak ada satu pun kepentingan internasional yang boleh mengalahkan nyawa prajurit Indonesia,” tegas Petisi Ahli.

Menurut Petisi Ahli, mempertahankan pasukan TNI di wilayah konflik aktif tanpa jaminan keamanan yang nyata adalah bentuk kelalaian negara terhadap kewajiban konstitusionalnya.

Lebih jauh, Petisi Ahli menegaskan bahwa Indonesia memang memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga perdamaian dunia, sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang menyatakan:

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.”

Namun Petisi Ahli menegaskan dengan keras:

Amanat konstitusi tersebut bukanlah mandat untuk mengorbankan nyawa anak bangsa dalam sistem internasional yang gagal melindungi mereka.

Dalam konteks ini, Petisi Ahli menyatakan bahwa:

PBB telah gagal menjalankan fungsi utamanya sebagai penjaga perdamaian dunia;

PBB tidak mampu menjamin keselamatan pasukan perdamaian;

Bahkan secara moral, PBB telah kehilangan legitimasi sebagai otoritas global dalam menjaga keamanan internasional.

Petisi Ahli menilai, mempertahankan pasukan TNI di Lebanon dalam kondisi seperti ini sama saja dengan:

“mengirim prajurit ke wilayah kematian tanpa kepastian perlindungan.”

Ini bukan lagi misi perdamaian ini adalah risiko yang tidak rasional dan tidak dapat dibenarkan secara hukum maupun moral.

Oleh karena itu, Petisi Ahli mendesak Pemerintah untuk segera mengambil langkah tegas:

1. Menarik seluruh personel TNI dari Lebanon tanpa penundaan;

2. Melakukan evaluasi total terhadap keterlibatan Indonesia dalam misi PBB;

3. Menghentikan pengiriman pasukan ke wilayah konflik aktif yang tidak terkendali;

4. Menempatkan keselamatan prajurit sebagai prioritas absolut di atas diplomasi internasional.

Petisi Ahli juga mengingatkan bahwa negara yang kuat adalah negara yang melindungi rakyatnya, bukan yang mengorbankannya demi citra global.

Jika pemerintah tetap membiarkan kondisi ini, maka hal tersebut dapat dinilai sebagai kegagalan negara dalam menjalankan kewajiban konstitusional untuk melindungi segenap bangsa Indonesia.

Salam,
Dr. (c) Pitra Romadoni Nasution, SH., MH
Presiden Petisi Ahli

Zy

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

content-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

slot mahjong

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

article 888000081

article 888000082

article 888000083

article 888000084

article 888000085

article 888000086

article 888000087

article 888000088

article 888000089

article 888000090

article 888000091

article 888000092

article 888000093

article 888000094

article 888000095

article 888000096

article 888000097

article 888000098

article 888000099

article 888000100

cuaca 898100176

cuaca 898100177

cuaca 898100178

cuaca 898100179

cuaca 898100180

cuaca 898100181

cuaca 898100182

cuaca 898100183

cuaca 898100184

cuaca 898100185

cuaca 898100186

cuaca 898100187

cuaca 898100188

cuaca 898100189

cuaca 898100190

cuaca 898100191

cuaca 898100192

cuaca 898100193

cuaca 898100194

cuaca 898100195

article 710000191

article 710000192

article 710000193

article 710000194

article 710000195

article 710000196

article 710000197

article 710000198

article 710000199

article 710000200

article 710000201

article 710000202

article 710000203

article 710000204

article 710000205

article 710000206

article 710000207

article 710000208

article 710000209

article 710000210

article 710000211

article 710000212

article 710000213

article 710000214

article 710000215

article 710000216

article 710000217

article 710000218

article 710000219

article 710000220

article 710000221

article 710000222

article 710000223

article 710000224

article 710000225

article 710000226

article 710000227

article 710000228

article 710000229

article 710000230

article 710000231

article 710000232

article 710000233

article 710000234

article 710000235

article 710000236

article 710000237

article 710000238

article 710000239

article 710000240

article 710000241

article 710000242

article 710000243

article 710000244

article 710000245

article 710000246

article 710000247

article 710000248

article 710000249

article 710000250

artikel 338000001

artikel 338000002

artikel 338000003

artikel 338000004

artikel 338000005

artikel 338000006

artikel 338000007

artikel 338000008

artikel 338000009

artikel 338000010

artikel 338000011

artikel 338000012

artikel 338000013

artikel 338000014

artikel 338000015

artikel 338000016

artikel 338000017

artikel 338000018

artikel 338000019

artikel 338000020

artikel 338000021

artikel 338000022

artikel 338000023

artikel 338000024

artikel 338000025

artikel 338000026

artikel 338000027

artikel 338000028

artikel 338000029

artikel 338000030

artikel 338000031

artikel 338000032

artikel 338000033

artikel 338000034

artikel 338000035

artikel 338000036

artikel 338000037

artikel 338000038

artikel 338000039

artikel 338000040

artikel 338000041

artikel 338000042

artikel 338000043

artikel 338000044

artikel 338000045

artikel 338000046

artikel 338000047

artikel 338000048

artikel 338000049

artikel 338000050

artikel 338000051

artikel 338000052

artikel 338000053

artikel 338000054

artikel 338000055

artikel 338000056

artikel 338000057

artikel 338000058

artikel 338000059

artikel 338000060

artikel 338000061

artikel 338000062

artikel 338000063

artikel 338000064

artikel 338000065

artikel 338000066

artikel 338000067

artikel 338000068

artikel 338000069

artikel 338000070

artikel 338000071

artikel 338000072

artikel 338000073

artikel 338000074

artikel 338000075

artikel 338000076

artikel 338000077

artikel 338000078

artikel 338000079

artikel 338000080

artikel 338000081

artikel 338000082

artikel 338000083

artikel 338000084

artikel 338000085

artikel 338000086

artikel 338000087

artikel 338000088

artikel 338000089

artikel 338000090

content-1701