banner 728x250
Berita  

Ketua Cabang PMII Jakarta Timur Desak Polres Jaksel Tangkap Pelaku Pengeroyokan*

banner 120x600
banner 468x60

Tempojakarta.id

JAKARTA— Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jakarta Timur mendesak tegas Polres Metro Jakarta Selatan untuk segera mengusut dan menangkap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam pengeroyokan terhadap kader PMII yang merupakan mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

banner 325x300

Desakan tersebut disampaikan sebagai bentuk solidaritas organisasi sekaligus komitmen PMII Jakarta Timur dalam memastikan kadernya mendapatkan perlindungan dan kepastian hukum setelah menjadi korban dugaan tindak kekerasan.

“Kami meminta dengan tegas kepada Polres Metro Jakarta Selatan agar segera mengambil langkah konkret terhadap para terduga pelaku. Kami tidak ingin kasus ini dibiarkan berlarut-larut tanpa kepastian hukum,” tegas Ketua Cabang PMII Jakarta Timur, Kurnia Ibadillah.

Menurutnya, kepolisian harus menunjukkan keseriusan dalam menangani perkara tersebut. Terlebih, berdasarkan informasi yang telah diberitakan, korban telah mendapatkan penanganan medis dan menjalani visum, telah membuat laporan kepolisian, terdapat saksi, serta rekaman CCTV di sekitar lokasi yang dapat menjadi bagian dari proses penyelidikan.

“Kami menghormati seluruh proses penyelidikan yang dilakukan kepolisian. Namun, kami juga meminta agar proses hukum berjalan cepat, profesional, transparan, dan tidak tebang pilih. Apabila alat bukti dan keterangan saksi telah cukup, maka jangan ada alasan untuk menunda proses hukum terhadap para terduga pelaku,” ujarnya.

Ketua Cabang PMII Jakarta Timur menegaskan bahwa pihaknya memberikan waktu 1×24 jam kepada Polres Metro Jakarta Selatan untuk menunjukkan langkah konkret dalam penanganan perkara tersebut.

Ia mengatakan, apabila dalam waktu tersebut belum terdapat langkah konkret, PMII Jakarta Timur akan mengambil sikap organisasi dengan melakukan pengawalan secara langsung terhadap proses penanganan perkara.

“Kalau dalam 1×24 jam tidak ada langkah konkret, maka kami sebagai kader PMII Jakarta Timur siap mengawal kepolisian. Jika diperlukan dalam proses pencarian dan penangkapan para terduga pelaku, kami siap hadir dan mengawal bersama pihak kepolisian, tentunya tetap dalam koridor hukum dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.”

Menurutnya, pengawalan tersebut merupakan bentuk kontrol sosial dan solidaritas kader PMII, bukan upaya untuk mengambil alih kewenangan aparat penegak hukum.

“Kami tidak ingin bertindak di luar hukum. Justru kami ingin memastikan hukum ditegakkan. Tugas menangkap dan memproses pelaku adalah kewenangan kepolisian. Kami sebagai organisasi mahasiswa hanya ingin memastikan proses tersebut berjalan serius, transparan, dan memberikan rasa keadilan bagi korban,” katanya.

Ia menegaskan bahwa PMII Jakarta Timur akan terus mengawal kasus tersebut hingga terdapat kepastian hukum terhadap korban.

“Korban adalah kader kami, kader PMII Universitas Negeri Jakarta. Maka sudah menjadi tanggung jawab moral kami untuk berdiri bersama korban dan keluarganya. Kami akan kawal kasus ini sampai terang dan sampai ada kepastian hukum,” pungkasnya.

PMII Jakarta Timur juga mengimbau seluruh kader untuk tetap menjaga kondusivitas, menghindari tindakan anarkis maupun main hakim sendiri, serta menyampaikan aspirasi melalui jalur konstitusional dan hukum.

“Kami percaya kepada institusi kepolisian. Tetapi kepercayaan itu harus dibuktikan dengan tindakan. Segera ungkap, segera tindak, dan segera proses para terduga pelaku sesuai hukum. PMII Jakarta Timur akan tetap mengawal.” Ujar Kurnia Ibadillah

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *