Jakarta | tempojakarta.id – Staf Khusus Kementerian Investasi dan Hilirisasi/ BKPM Ir. H. Didi Apriadi, M.Ak, MH, mengaku bahagia dan mengucap Syukur atas terpilihnya Rosan Perkasa Roeslani sebagai Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) periode 2026-2031.
Rosan dinilai sosok yanga sangat layak memimpin organisasi nirlaba yang berdiri sejak 1 Muharram 1422H itu setelah aklamasi terpilih dalam Musyawarah Nasional (Munas) VII MES yang digelar hari ini di Balroom Menara BRIlian, Jakarta, Minggu, (11/1).
“Alhamdulilah, pada Munas ke VII MES, 22 Rajab 1447 H. bertepatan dengan 11 Januari 2026 hari ini Bapak Rosan Perkasa Roeslani, –Menteri Investasi & Hilirisasi RI, CEO Danantara Indonesia–telah terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah periode 1447-1452 H.,”ujar Didi dil areal Munas, lantai 3 Balroom Menara Brilian, Jakarta.
Selain apresiasi, Didi juga meyakini Bos Danatara itu layak mengemban tugas dengan baik dilihat dari rekam jejaknya hingga memimpin lembaga besar seperti Danantara.
“Sebagai Staf Khusus di Kementerian yang di kepalai dan dipimpin-nya, tentu saya mengenal baik, integritas dan kemampuan beliau. Portfolio sangat dipercaya. Tidak ada yang diragukan lagi. Hanya mari kita doakan saja—bersama– semoga sukses dan amanah dalam mengemban tugas baru ini,” lanjut Didi, optimis.
Didi juga berharap agar kepengurusan baru MES dapat membawa berkah dan kemajuan bagi organisasi. Termasuk dukungan dan sinergi dengan berbagai pihak agar berbagai program strategis pemerintah ataupun program prioritas dari MES dapat terlaksana dengan baik.
Sementara itu Wakil Presiden RI ke-17, K.H. Ma’ruf Amin dalam sambutannya, memberikan tausiah refleksi atas perjalanan ekonomi syariah di Indonesia. Sejak berdirinya MES, terdapat dua sasaran utama yang ingin dikembangkan yaitu memasyarakatkan ekonomi syariah dan men-syariahkan ekonomi masyarakat.
“Selama kurang lebih 25 tahun gerakan ini sudah menghasilkan berbagai regulasi, institusi, dan capaian. Bahkan posisi ekonomi syariah dunia kita sudah nomor 3, dari sebelumnya di posisi 18. Namun saat ini belum mampu men-syariahkan ekonomi Masyarakat. Capaian kita di sektor keuangan baru 30 persen (mensyariahkan ekonomi). Oleh karena itu, sasaran kita ke depan adalah mensyariahkan ekonomi masyarakat,” kata Ma’ruf.
Ketua Umum MES Rosan Roeslani usai ditetapkan menekankan pentingnya membumikan program agar manfaatnya lebih dirasakan masyarakat.
Rosan juga menyinggung inisiatif pembangunan Kampung Haji yang digagas bersama pemerintah. Program ini menjadi salah satu upaya nyata pemerintah untuk memastikan kualitas layanan ibadah Haji khususnya dari Indonesia dapat lebih baik.
“Ini langkah konkret dan positif yang bisa sangat bersinergi dengan MES. Insyaallah tahun ini di kuartal IV akan kita mulai pembangunannya. Tentunya bagaimana tugas dan tanggung jawab ini bisa dijalankan dengan baik yaitu dengan bersama-sama. Tidak mungkin bisa dikerjakan kalau kita kerja sendiri-sendiri. Mohon bantuannya, mohon masukannya,” tutur Rosan.
Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) merupakan organisasi nirlaba yang berdiri sejak 1 Muharram 1422 H didirikan dengan tujuan membumikan ekonomi syariah sebagai sistem ekonomi berkeadilan dan sesuai prinsip syariah. Organisasi ini bersifat mandiri, bukan bagian dari pemerintah maupun politik, dan berperan sebagai wadah inklusif untuk menghimpun seluruh sumber daya dalam rangka membangun ekonomi syariah.
Hadir dalam Munas ke-VII yaitu, mantan Wakil Presiden RI sekaligus Dewan Pembina MES, K.H. Ma’ruf Amin, Menpora sekaligus Ketua Dewan Pengawas Danantara Erick Thohir, Wakil Ketua Dewan Pengawas BPI Danantara Mualiman Darmansyah Hadad, serta Ketua Pelaksana Munas VII MES La Nyala Mataliti.
Selain menetapkan Rosdan Perkasa Roeslani sebagai Ketua Umum, Munas VII MES juga menetapkan Menteri Koperasi Merah Putih Ferry Juliantono sebagai Ketua Harian MES. Kepengurusan beru akan diumumkan dalam 60 hari kedepan.


















