tempojakarta.id
Jakarta, (3/3) – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melantik Ketua Tim Pembina Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Tingkat Provinsi dan Kota/Kabupaten sekaligus mengukuhkan Tim Pembina Posyandu Provinsi DKI Jakarta Masa Bakti 2025–2030 di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, pada Selasa (3/3).
Dalam sambutannya, Gubernur Pramono menekankan bahwa pelantikan ini merupakan langkah strategis Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam memperkuat layanan dasar bagi masyarakat, khususnya sektor kesehatan yang menjadi prioritas Pemprov DKI Jakarta.
“Posyandu mempunyai tugas yang sangat mulia. Kami ingin Posyandu ikut berperan aktif dalam penanganan stunting, TBC, dan persoalan kesehatan lainnya. Ini harus kita kerjakan bersama antara Pemprov DKI Jakarta dan Posyandu,” tegas Gubernur Pramono.
Lebih lanjut, Gubernur Pramono berharap Posyandu dapat berperan secara konkret untuk terlibat aktif di lapangan dalam upaya penanganan stunting yang ditargetkan dapat menurut tahun depan.
“Pelantikan ini merupakan amanah sekaligus kepercayaan besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggungjawab dan dedikasi. Bagi anggota yang hari ini dilantik, semoga amanah dan kepercayaan ini bisa dijalankan dengan sebaik-baiknya. Selama hampir satu tahun kepemimpinan saya dan Bang Doel, kami mengutamakan pembangunan yang bersifat dasar, terutama pendidikan, kesehatan, dan sosial,” tutur Gubernur Pramono.
Gubernur Pramono juga menyinggung enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), yang menjadi tanggungjawab Pemprov DKI yakni memprioritaskan pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, ketenteraman, ketertiban umum, serta perlindungan masyarakat.
“Seluruh warga Jakarta tanpa kecuali harus mendapatkan pelayanan kesehatan berkualitas. Itu adalah fondasi utama pembangunan Jakarta ke depan,” tambah Gubernur Pramono.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi DKI Jakarta, Hani Pramono, menyatakan kesiapannya untuk mentransformasi Posyandu menjadi pusat pelayanan yang adaptif dan responsif.
“Posyandu kini bukan sekadar tempat pemeriksaan kesehatan, melainkan pusat pembelajaran keluarga sehat dan pemantauan tumbuh kembang anak, dan pusat gerakan hidup sehat masyarakat yang terintegrasi. Saya mengajak seluruh kader untuk menyatukan visi bersama, menjaga kekompakan, meningkatkan kapasitas profesionalitas agar manfaat Posyandu benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Hani.
Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta, Dwi Oktavia, menambahkan bahwa momentum ini menandai transformasi Posyandu sebagai ujung tombak penerapan enam bidang SPM.
“Kader Posyandu adalah garda terdepan. Kami mendorong penggunaan data yang akurat dan pelaporan berkala sebagai dasar intervensi kebijakan yang tepat sasaran demi meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan masyarakat Jakarta,” pungkas Dwi.
Pada acara ini turut dilaksanakan pembacaan Surat Keputusan (SK) Gubernur DKI Jakarta mengenai Susunan Tim Pembina Posyandu Masa Bakti 2025–2030 Tingkat Provinsi, Kota dan Kabupaten.


















