Tempojakarta.id
Jakarta,18 Januari 2026
Jakarta Timur hujan deras mengguyur sebagian besar wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
Ketinggian air bervariasi di sejumlah titik yang terdampak, dengan genangan tertinggi mencapai 60 sentimeter. Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan puncak intensitas hujan di Jabodetabek akan terjadi pada 18-20 Januari 2026.
salah satu lokasi terdampak banjir Di RT 001 RW 005, kelurahan Pulogebang,Cakung, ketinggian air terpantau sekitar 50-60 sentimeter.
Salah seorang Warga Kampung Sawah Indah (LH) berharap,”Agar Pemerintah segera hadir dalam upaya meminimalisir debit ketinggian air dengan upaya membuat gorong-gorong saluran air di wilayahnya, selama ini saluran air hasil dari swadaya masyarakat sendiri”.
Ditempat terpisah
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Provinsi DKI Jakarta Mohamad Yohan sebelumnya telah menyatakan bahwa hujan deras yang melanda DKI Jakarta dan sekitarnya merupakan penyebab terjadinya genangan di beberapa wilayah. Intensitas hujan yang tinggi, bahkan melebihi kapasitas infrastruktur drainase, seringkali menjadi pemicu utama banjir di ibu kota.
Sebagai respons terhadap potensi hujan lebat dan risiko bencana hidrometeorologi, BPBD Pemerintah Provinsi Jakarta, bekerja sama dengan BMKG dan TNI Angkatan Udara, telah menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak 16 Januari hingga 20 Januari 2026. Kepala BPBD Pemprov Jakarta, Isnawa Adji, menjelaskan bahwa OMC ini merupakan langkah antisipasi terhadap potensi banjir dan genangan yang kerap terjadi saat curah hujan tinggi.
Selain itu, sistem peringatan dini juga terus memantau kondisi tinggi muka air sungai. Berdasarkan informasi dari Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta, Bendung Katulampa 2 di Sungai Ciliwung terpantau berstatus Siaga 2 dengan tinggi air 68 sentimeter pada pukul 04:40 WIB, Minggu, 18 Januari 2026. Status siaga ini mengindikasikan bahwa masyarakat di wilayah hilir perlu meningkatkan kewaspadaan.
BPBD DKI Jakarta juga mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan. Koordinasi ini bertujuan untuk melakukan penyedotan genangan, memastikan fungsi tali-tali air, dan menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas.
Imbauan dan Kewaspadaan
Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan susulan. Potensi hujan lebat diperkirakan masih akan mengguyur wilayah Jabodetabek sepekan ke depan atau hingga 22 Januari 2026. Dalam keadaan darurat, warga dapat segera menghubungi nomor telepon 112 yang beroperasi 24 jam non-stop dan bebas pulsa.
Fenomena banjir tahunan di Jakarta kerap dipicu oleh beberapa faktor, termasuk curah hujan lokal berintensitas tinggi, banjir kiriman dari daerah hulu yang mengalir melalui 13 sungai besar, serta banjir rob atau luapan pasang air laut di wilayah pesisir utara Jakarta. Kondisi ini diperparah oleh penurunan permukaan tanah di beberapa area.


















