banner 728x250
Berita  

Ekonomi Sampah, KAHMI Jakarta Timur Usulkan Gerakan Sabtu PILAH OLAH

banner 120x600
banner 468x60

 

tempojakarta.id

banner 325x300

JAKARTA, 2 AGUSTUS 2026 – KAHMI Jakarta Timur menyambut baik langkah strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung yang mengeluarkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang pengoptimalan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) sebagai upaya penanganan sampah secara komprehensif.

Kepala Bidang Media Informasi dan Komunikasi KAHMI Jakarta Timur, Putra Fajar, menyatakan perubahan pola penanganan sampah dari sekadar “angkut-buang” menjadi “pilah-angkut-olah” adalah arah yang tepat dan mendasar. Namun, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah semata, melainkan harus menjadi gerakan kolektif yang hidup, berakar, dan melibatkan seluruh elemen masyarakat secara berkelanjutan.

“Kebijakan ini harus disempurnakan dengan memperkuat peran masyarakat mulai dari tingkat lingkungan hingga wilayah. Pengelolaan sampah bukan hanya beban pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama yang jika dikelola dengan benar akan menciptakan kesadaran kolektif sekaligus nilai ekonomis yang nyata bagi warga,” sebagaimana kami sebelumnya sudah melaksanakan Gerakan Sabtu Bersih di tempat ibadah pada 10 kecamatan di Jakarta Timur, ujar Putra Fajar.

USULKAN GERAKAN SABTU PILAH OLAH

Sebagai wujud dukungan nyata dan ajakan bersatu, KAHMI Jakarta Timur secara resmi Usulkan gerakan rutin setiap hari Sabtu: Gerakan Sabtu PILAH OLAH,

Akronim khas warga Jakarta ini memiliki makna:

Pilah dengan teliti,

Ikut bertanggung jawab,

Lestarikan lingkungan,

Amanahkan pengelolaan,

Hasilkan manfaat,

Olah dengan bijak,

Lindungi masa depan,

Angkat nilai ekonomi,

Hadir untuk bersama

 

Gerakan ini harus berjalan rutin setiap Sabtu di seluruh wilayah Jakarta Timur, dengan harapan dapat menjadi teladan yang diikuti seluruh wilayah DKI Jakarta.

Jakarta sedang berbenah dalam menata pengelolaan sampahnya. Dari yang dulunya hanya dibuang dan diangkut, kini berubah menjadi pola yang lebih bermartabat: Pilah, Angkut, Olah. Perubahan ini adalah amanah yang harus kita junjung bersama.

KAHMI Jakarta Timur mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemuda, ibu rumah tangga, hingga para tokoh masyarakat, untuk melangkah bersama. Kita luncurkan Gerakan Sabtu PILAH OLAH — sebuah gerakan kolektif yang kita jalankan setiap hari Sabtu.

“Gerakan ini bukan sekadar kerja bakti, melainkan perubahan budaya. Bahkan bagi saudara kita yang tinggal di Rumah Tidak Layak Huni atau hunian dengan ruang terbatas, kita pastikan tetap bisa ikut berperan. Karena peduli lingkungan tidak butuh ruang yang luas, melainkan butuh kesadaran yang lapang”, ucap Putra Fajar

 

ENAM DORONGAN STRATEGIS KAHMI JAKARTA TIMUR

Untuk memastikan kebijakan dan gerakan ini menyentuh seluruh lapisan masyarakat, KAHMI Jakarta Timur mendesak dan mendorong hal-hal berikut:

1. Penyediaan Wadah PILAH OLAH yang Praktis dan Merata: Pemerintah perlu menyediakan wadah pemilahan sampah yang sederhana, ringkas, dan mudah ditempatkan, khususnya bagi warga MBR dan penghuni hunian dengan lahan terbatas, sehingga setiap rumah tangga mampu menjalankan pemilahan tanpa kendala ruang maupun biaya.

2. Perluasan Edukasi Melalui Gerakan Rutin: Menyelenggarakan sosialisasi dan pelatihan pemilahan sampah yang terintegrasi dalam setiap kegiatan Sabtu PILAH OLAH di setiap kelurahan, RW, dan komunitas warga.

3. Membangun Sentra Kolaborasi Pelaku UMKM dan Komunitas: Menjadikan TPS 3R dan titik kumpul warga sebagai sentra yang melibatkan pelaku UMKM, pengrajin, dan komunitas lingkungan untuk bersama-sama mengolah sampah terpilah menjadi produk bernilai jual, sehingga melahirkan ekosistem ekonomi baru yang inklusif.

4. Memperkuat Nilai Ekonomi Sampah: Mengembangkan sistem pengolahan yang nyata mengubah sampah terpilah menjadi kompos, bahan kerajinan, atau barang daur ulang yang memiliki pasar, sehingga partisipasi masyarakat juga membawa dampak kesejahteraan langsung.

5. Mewujudkan Pengawasan Bersama yang Sederhana dan Riil: Membentuk mekanisme pengawasan warga yang mudah dilakukan—seperti daftar catatan sederhana di lokasi TPS 3R, laporan lewat grup pesan lingkungan, atau pemantauan berkala saat kegiatan Sabtu PILAH OLAH—agar transparansi terjaga tanpa prosedur yang rumit.

6. Sinergi Menyeluruh Antar Pihak: Menjalin kerja sama yang erat, terbuka, dan setara antara Pemerintah Provinsi, KAHMI, perangkat kelurahan, hingga seluruh elemen masyarakat, agar kebijakan yang dibuat benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.Kami berharap Gubernur DKI Jakarta dan seluruh jajaran pemerintah dapat mendukung penuh usulan gerakan ini, sehingga perubahan pola penanganan sampah benar-benar menjadi milik seluruh warga, melahirkan kesadaran kolektif, serta membawa manfaat lingkungan dan peningkatan kesejahteraan bersama.

“Kami berharap Gubernur DKI Jakarta dan seluruh jajaran pemerintah dapat mendukung penuh rancangan gerakan ini, sehingga perubahan pola penanganan sampah benar-benar menjadi milik seluruh warga, melahirkan kesadaran kolektif yang kuat, serta membawa manfaat lingkungan sekaligus peningkatan kesejahteraan bersama”, tutup Fajar

 

Zy.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *