tempojakarta.id
**JAKARTA** – Spekulasi mengenai aksi korporasi besar berupa akuisisi asing terhadap PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) terus menggelinding bak bola salju di kalangan pelaku pasar modal. Setelah berbagai rumor mengaitkan nama raksasa makanan dunia, Nestlé, sebagai calon pembeli potensial, emiten penyedia *supply chain* HORECA ini akhirnya angkat bicara guna memberikan tanggapan resmi demi menjaga keterbukaan informasi.
Direktur Utama PT Bersama Mencapai Puncak Tbk, Nanang Suherman, menyampaikan bahwa perusahaan saat ini memang tengah mengeksplorasi berbagai peluang strategis dengan pihak eksternal. “Memang kami sedang melakukan penjajakan dari beberapa pihak luar. Kami akan terus meng-update perkembangannya kepada publik dan pemegang saham,” ujar Nanang dalam keterangan resminya yang diterima media, Sabtu, 11 Juli 2026.
Nanang menambahkan bahwa langkah komunikasi ini sejalan dengan visi korporasi yang ingin melebarkan sayap ke luar domestik. “Kami terus berupaya memperkuat posisi melalui berbagai kolaborasi strategis, termasuk peluang ekspansi global. Namun, hingga saat ini belum ada keputusan final yang dapat diumumkan,” tegasnya. Sikap diplomatis manajemen yang berada di area abu-abu ini dinilai sangat aman, karena tidak membenarkan secara mutlak namun juga tidak membantah adanya aktivitas komunikasi di balik layar.
Langkah klarifikasi ini juga menjadi bagian dari kepatuhan regulasi setelah sebelumnya emiten yang bergerak di bidang integrasi *supply chain* pangan dan pengelolaan jaringan resto nasional ini sempat dipanggil oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk dimintai keterangan terkait pergerakan saham dan rumor yang beredar liar di pasar. Manajemen BAIK menegaskan komitmennya untuk selalu patuh pada aturan pasar modal, menjaga transparansi tata kelola ekosistem logistiknya, dan akan segera merilis keterbukaan informasi jika terdapat perkembangan material lebih lanjut.
Hingga saat ini, belum ada hitam di atas putih maupun konfirmasi resmi mengenai kesepakatan akuisisi konkrit dengan pihak mana pun, termasuk Nestlé Indonesia. Di sisi lain, para pelaku pasar melihat ketertarikan pihak luar sangat wajar mengingat BAIK tengah gencar membangun pabrik sterilisasi makanan berteknologi tinggi serta mengunci jaringan hulu ke hilir dari *brand* kolaborasi artis papan atas seperti Warung Taburai, Mami Nungky, hingga Lamak Rasa. Pelaku pasar dan investor pun dihimbau untuk tetap rasional dan selalu mengacu pada pengumuman resmi di keterbukaan informasi BEI guna menghindari risiko volatilitas harga akibat spekulasi dini.


















