Tempojakarta.id,Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya kembali mencatat prestasi membanggakan dalam ajang Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan Penganugerahan BAZNAS Award 2025 yang digelar di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara.(29/8/2025).
Pada kegiatan berskala nasional ini, BAZNAS Kota Surabaya sukses meraih empat penghargaan sekaligus, menegaskan kiprahnya sebagai lembaga pengelola zakat yang inovatif, akuntabel, serta berdampak luas bagi masyarakat.
Ketua BAZNAS Kota Surabaya, Hamzah, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian ini.
“Alhamdulillah, ini rahmat Allah SWT sekaligus keberkahan. Tahun 2025 ini menjadi kali keempat BAZNAS Surabaya menerima penghargaan nasional, padahal usia kami baru empat tahun. Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kota Surabaya, khususnya Bapak Wali Kota Eri Cahyadi, yang senantiasa mendukung program zakat, infak, dan sedekah di Kota Pahlawan,” ujarnya.
Empat Penghargaan yang Diraih BAZNAS Surabaya:
1. Pemerintah Daerah Pendukung BAZNAS Terbaik
2. Pengumpulan Zakat Terbesar
3. Program Pendidikan Terbaik
4. Inovasi Program Pemberdayaan Mustahik
Program Unggulan “Cetak Sarjana”
Salah satu faktor penilaian utama adalah inovasi pendidikan melalui program Cetak Sarjana (CS1). Program ini memberikan beasiswa penuh bagi satu keluarga mustahik untuk mencetak minimal satu sarjana, sebagai upaya transformasi sosial-ekonomi.
“Harapannya, pendidikan tinggi mampu mengangkat status sosial-ekonomi mereka, sehingga dari mustahik bisa naik kelas menjadi muzaki di masa depan,” terang Hamzah.
Program ini melanjutkan keberhasilan BAZNAS Surabaya dalam memberikan beasiswa bagi anak-anak di kawasan eks-lokalisasi, seperti Dolly dan Krembangan, yang terbukti mampu menembus bangku pendidikan tinggi.
Dukungan ASN dan Sinergi Pemkot
Keberhasilan BAZNAS Surabaya tidak lepas dari dukungan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menyalurkan zakat profesinya melalui BAZNAS.
“Mungkin satu-satunya di Indonesia, zakat ASN disalurkan langsung ke BAZNAS. Ini bentuk dukungan nyata Pemkot Surabaya yang patut diapresiasi,” jelas Hamzah.
Selain pendidikan, BAZNAS Surabaya juga memperkuat lima pilar utama: kesehatan, pendidikan, ekonomi, dakwah, dan kemanusiaan.
Di bidang kesehatan: hadir program Rumah Sehat dan Bengkel Sehat.
Di bidang ekonomi: menyalurkan bantuan rombung usaha produktif, termasuk bagi pelaku usaha kecil seperti bengkel motor dan jasa cuci kendaraan.
Digitalisasi dan Harapan ke Depan
Hamzah menegaskan, tantangan ke depan adalah penguatan kelembagaan dan digitalisasi zakat melalui SIMBA (Sistem Informasi Manajemen BAZNAS) yang telah terkoneksi secara nasional.
“Dengan sistem yang kuat dan SDM yang kompeten, target pengelolaan zakat nasional hingga ke daerah akan tercapai. Yang terpenting, zakat membawa perubahan nyata bagi fakir miskin—dari mustahik menjadi muzaki,” pungkasnya.
Mau saya bikinkan versi lebih singkat (1 halaman penuh surat kabar, 3–4 paragraf utama) atau versi panjang feature (2 halaman, lebih naratif dengan kutipan dan highlight program)?
(Bamsur)


















