Tempojakarta.id,Jakarta – Ketua BAZNAS Provinsi Bali mengatakan, masyarakat dan daerah Bali memiliki karakter tersendiri. Meskipun demikian, program-program BAZNAS di Bali tetap berjalan walaupun hasil penghimpunannya belum maksimal.
“Kalau mengandalkan zakat jumlahnya kecil sekali karena minoritas. Namun program-program kita menyentuh semua,” ujar Yoenoes, Selasa (26/8/2025), dalam acara Rakornas BAZNAS di Ancol Jakarta.
BAZNAS Bali, kata Yoenoes, memperkenalkan BAZNAS yang inklusif melalui program-program pendayagunaan atau bantuan-bantuan sosial dan lainnya.
“Dalam implementasinya, misalnya digunakan untuk renovasi umat Muslim 39 unit dan umat Hindu 7 unit sebanyak 46 unit masing-masing Rp.25 juta,” jelas Yoenoes.
Ia menambahkan, BAZNAS Bali tetap berkolaborasi dengan instansi lainnya baik pemerintah maupun swasta. Beberapa kegiatan santunan lintas iman dilaksanakan agar BAZNAS lebih inklusif.
“Selama warga membutuhkan, kita bantu. Saya berharap lebih ditingkatkan lagi agar masyarakat yang merasakan manfaat lebih banyak lagi,” pungkasnya.
(Bamsur)
















