banner 728x250
Hukum  

Beredar Video Soal Proyek PSN-PIK2, Ini Kata Kuasa Hukum PIK 2

banner 120x600
banner 468x60

Beredar potongan video mantan aktivis HTI ini dengan berapi-api menyampaikan empat kerugian yang dialami rakyat akibat proyek PSN-PIK2. video itu diunggah melalui akun tiktoknya @ahmad.khozinudin1 berdurasi 6.47 detik.

Berdasarkan hasil penelusuran, hal itu disampaikan dalam sebuah acara forum silaturahmi & dialog kebangsaan yang diselenggarakan oleh forum penyelamat kedaulatan rakyat (Forum FKR) bertempat di restoran al-jazeerah, signature, jalan johar no. 8 menteng, jakarta pusat. Kamis (7/11).

banner 325x300

Terkait beredarnya video tersebut Muannas Alaidid kuasa hukum pengembang PIK 2 mengatakan ,

“Ada 4 kerugian yang di ucapkan pentolan HTI itu sangat sesat dan menyesatkan, asal ngomong aja dia itu, enggak paham PSN, sebab tujuannya memang untuk provokasi masyarakat aja, menurut muannas salah satu buktinya dari konten yang beredar sengaja memasukan video dimenit awal ada insiden beberapa waktu lalu dimana seorang anak tertabrak truk tanah yang kemudian memancing kemarahan warga dengan membakar truk dan menjarah, seolah seperti dipelintir kerusuhan akibat menolak proyek pik2 padahal tidak ada kaitan sama sekali,” kata Muannas Alaidid. melalui siaran pers yang diterima Akuratnews, pada Selasa (12/11).

Menanggapi soal ucapan ahmad khozinudin terhadap potongan video yang beredar itu, Muannas Alaidid memberikan respon antara lain :

Pertama soal alasan katanya ada kerugian finansial, dia paham enggak mana yg wilayah PSN dan mana yang milik PIK2, PSN itu luasnya hanya 1.838 Ha semuanya kawasan hutan engga ada pemukiman, jadi PSN itu tdk akan ada penggusuran tanah warga, lahan yang dijadikan PSN adalah Lahan milik KLHK dulu kementerian lingkungan hidup sekarang dipisah dengan kementerian kehutanan. makanya bodohnya kelewatan tuduh pengembang bisa gusur paksa tanpa ganti rugi. pakai kewenangan negara lewat PSN supaya bisa beli tanah warga dengan harga murah.

Kedua, tuduhan kerugian sosial masyarakat diadu domba melibatkan elemen masyarkat untuk saling melaporkan dan mengkriminalisasi. pihak yang mendukung adanya PSN atas kesadaran sendiri karena melihat dampak hebat pembangunan PSN kedepan, sangat baik untuk meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar dan membuka lapangan kerja baru.

Yang paling konyol ini kerugian ketiga ini kata pentolan HTI, dia sebut kerugian spiritual, katanya hilang syiar dakwah islam, syiar masjid, syiar musola, kajian islam termasuk sholat berjamaah, syiar maulid nabi, dan seterusnya, padahal HTI ini anti maulid loh tapi sok perhatian kali ini. kata dia syiar itu akan hilang dikawasan itu karena akan digusur. hanya dibangun satu masjid yang dikuatirkan itupun hanya akan menjadi tempat plesir.

Dia area PIK tidak hanya satu masjid, disetiap gedung nanti ada sarana ibadah seperti musala untuk mempermudah orang ibadah; selain itu juga akan dibangun gedung pusat ekonomi syari’ah. Di era digital ini lagian dakwah enggak lagi pake speaker, corong-corong begitu seperti omongan khozinudin, itu kuno. syiar itu hari ini orang sudah bisa menggunakan disemua platform media sosial, youtube, tiktok dan lain-lain, misalnya. justeru dengan dibangunnya satu masjid megah diatas tanah 4 Ha yang bisa menampung 6000 s.d 8000 jamaah harusndilihat sebagai bentuk kepedulian dan kecintaan terhadap agama kita, islam.

Pak Aguan sendiri padahal non muslim. coba si pentolan HTI ini suruh cari pengusaha islam kaya raya dia mau bangun tempat ibadah engga buat agama lain. mana ada ?, makanya kita harus mengapresiasi dan memberi reward kepada orang-orang seperti pak aguan, bagi saya jangan pernah berkecil hati serangan-serangan fitnah terhadap PIK 2 oleh mereka dan gerombolannya, insya allah kebenaran alam menemukan jalannnya sendiri. Dan saya berencana akan membuat laporan polisi soal ucapan ini kepada si khozinudin atas tuduhan kebencian sara, saya pastikan terus kejar dia sampe ditangkap dan dipenjara, advokat itu tidak kebal hukum, menyebarkan hasutan dan kabar bohong bukan itikad baik profesi tidak bisa dia berlindung dibalik UU advokat untuk melakukan kejahatan.

Sejak ditetapkan tersangka oleh siber bareskrim di kasus tulisan tokoh anonim nasruddin joha dia masih terus berulah, padahal kasusnya itu setahu saya tinggal pelimpahan tahap 2 dikejaksaan harusnya dia pantas ditangkap untuk pelimpahan barang bukti dan tersangka dalam perkara itu.

Yang keempat kerugian konstitusional katanya membuat kawasan yang eksklusif, membantuk negara didalam negara, sebut tidak ada akses untuk warga. kawasan PIK 2 dan PSN itu tidak ekskusif, semua masyarakat bisa berkunjung ke lokasi wisata yang ada dikawasan. setiap hari weekend anda harus tahu jumlah pengunjung yang datang ke PIK bisa mencapai 1 juta orang.

Soal kasus SK Budiarjo ada tuduhan kriminalisasi, Muannas sebut mereka halu semua itu,

“Sudah diuji semua kasusnya clean & clear, mulai dari pengadlilan negeri hingga dikuatkan di MA, sdh berkekuatan hukum tetap. SK budiarjo diputus bersalah 2th penjara terbukti palsukan semua girik, sdh engga terdaftar girik abal-abalnya dibawa kemana-mana, masih aja ngeyelan. satu girik tandatangan lurahnya dipalsukan. satu girik lagi lurahnya belum menjabat tapi sdh tandatangan. kalah dipengadilan kok malah teriak-teriak diluar. Pentolan HTI ini ahmad khozinudin dalam potongan video yang beredar menyebut agar aguan dan antoni salim ditangkap dan dipenjarakan karena dianggap mendapat keuntungan dari PSN-PIK2” tutup Muannas Alaidit.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

content-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

slot mahjong

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

article 328000621

article 328000622

article 328000623

article 328000624

article 328000625

article 328000626

article 328000627

article 328000628

article 328000629

article 328000630

article 328000631

article 328000632

article 328000633

article 328000634

article 328000635

article 328000636

article 328000637

article 328000638

article 328000639

article 328000640

article 328000641

article 328000642

article 328000643

article 328000644

article 328000645

article 328000646

article 328000647

article 328000648

article 328000649

article 328000650

article 328000651

article 328000652

article 328000653

article 328000654

article 328000655

article 328000656

article 328000657

article 328000658

article 328000659

article 328000660

article 888000056

article 888000057

article 888000058

article 888000059

article 888000060

article 888000061

article 888000062

article 888000063

article 888000064

article 888000065

article 888000066

article 888000067

article 888000068

article 888000069

article 888000070

article 888000071

article 888000072

article 888000073

article 888000074

article 888000075

article 888000076

article 888000077

article 888000078

article 888000079

article 888000080

article 888000081

article 888000082

article 888000083

article 888000084

article 888000085

article 888000086

article 888000087

article 888000088

article 888000089

article 888000090

article 868100041

article 868100042

article 868100043

article 868100044

article 868100045

article 868100046

article 868100047

article 868100048

article 868100049

article 868100050

article 868100051

article 868100052

article 868100053

article 868100054

article 868100055

article 868100056

article 868100057

article 868100058

article 868100059

article 868100060

article 868100061

article 868100062

article 868100063

article 868100064

article 868100065

article 868100066

article 868100067

article 868100068

article 868100069

article 868100070

article 868100071

article 868100072

article 868100073

article 868100074

article 868100075

article 868100076

article 868100077

article 868100078

article 868100079

article 868100080

cuaca 898100011

cuaca 898100012

cuaca 898100013

cuaca 898100014

cuaca 898100015

cuaca 898100016

cuaca 898100017

cuaca 898100018

cuaca 898100019

cuaca 898100020

cuaca 898100021

cuaca 898100022

cuaca 898100023

cuaca 898100024

cuaca 898100025

cuaca 898100026

cuaca 898100027

cuaca 898100028

cuaca 898100029

cuaca 898100030

cuaca 898100031

cuaca 898100032

cuaca 898100033

cuaca 898100034

cuaca 898100035

cuaca 898100036

cuaca 898100037

cuaca 898100038

cuaca 898100039

cuaca 898100040

cuaca 898100041

cuaca 898100042

cuaca 898100043

cuaca 898100044

cuaca 898100045

cuaca 898100046

cuaca 898100047

cuaca 898100048

cuaca 898100049

cuaca 898100050

cuaca 898100051

cuaca 898100052

cuaca 898100053

cuaca 898100054

cuaca 898100055

cuaca 898100056

cuaca 898100057

cuaca 898100058

cuaca 898100059

cuaca 898100060

cuaca 898100061

cuaca 898100062

cuaca 898100063

cuaca 898100064

cuaca 898100065

cuaca 898100066

cuaca 898100067

cuaca 898100068

cuaca 898100069

cuaca 898100070

cuaca 898100071

cuaca 898100072

cuaca 898100073

cuaca 898100074

cuaca 898100075

cuaca 898100076

cuaca 898100077

cuaca 898100078

cuaca 898100079

cuaca 898100080

cuaca 898100081

cuaca 898100082

cuaca 898100083

cuaca 898100084

cuaca 898100085

cuaca 898100086

cuaca 898100087

cuaca 898100088

cuaca 898100089

cuaca 898100090

cuaca 898100091

cuaca 898100092

cuaca 898100093

cuaca 898100094

cuaca 898100095

kasus 898100011

kasus 898100012

kasus 898100013

kasus 898100014

kasus 898100015

kasus 898100016

kasus 898100017

kasus 898100018

kasus 898100019

kasus 898100020

article 898100021

article 898100022

article 898100023

article 898100024

article 898100025

article 898100026

article 898100027

article 898100028

article 898100029

article 898100030

article 898100031

article 898100032

article 898100033

article 898100034

article 898100035

article 898100036

article 898100037

article 898100038

article 898100039

article 898100040

article 898100041

article 898100042

article 898100043

article 898100044

article 898100045

article 898100046

article 898100047

article 898100048

article 898100049

article 898100050

article 898100051

article 898100052

article 898100053

article 898100054

article 898100055

article 898100056

article 898100057

article 898100058

article 898100059

article 898100060

article 710000031

article 710000032

article 710000033

article 710000034

article 710000035

article 710000036

article 710000037

article 710000038

article 710000039

article 710000040

article 710000041

article 710000042

article 710000043

article 710000044

article 710000045

article 710000046

article 710000047

article 710000048

article 710000049

article 710000050

article 710000051

article 710000052

article 710000053

article 710000054

article 710000055

article 710000056

article 710000057

article 710000058

article 710000059

article 710000060

article 710000061

article 710000062

article 710000063

article 710000064

article 710000065

article 710000066

article 710000067

article 710000068

article 710000069

article 710000070

article 710000071

article 710000072

article 710000073

article 710000074

article 710000075

article 710000076

article 710000077

article 710000078

article 710000079

article 710000080

article 999990001

article 999990002

article 999990003

article 999990004

article 999990005

article 999990006

article 999990007

article 999990008

article 999990009

article 999990010

article 999990011

article 999990012

article 999990013

article 999990014

article 999990015

article 999990016

article 999990017

article 999990018

article 999990019

article 999990020

article 999990021

article 999990022

article 999990023

article 999990024

article 999990025

article 999990026

article 999990027

article 999990028

article 999990029

article 999990030

article 999990031

article 999990032

article 999990033

article 999990034

article 999990035

article 999990036

article 999990037

article 999990038

article 999990039

article 999990040

content-1701