Jakarta | PAM Jaya melakukan sosialisasi pipanisasi kepada warga untuk mengurangi pemakaian air tanah dan mewujudkan tujuan cakupan layanan air bersih di DKI Jakarta. “Pastinya tantangan saat ini sosialisasi ke warga yang masih belum ingin untuk dipasangkan pipa airnya,” kata Jainudin .
Dia menuturkan masih banyak warga yang menggunakan air tanah. Terlebih, ada yang menilai bahwa air itu seharusnya gratis lantaran berasal dari alam.
“Kami sosialisasi perda yang melarang mengambil air dari tanah secara berlebihan itu tidak bagus,” ujarnya.
Selain sosialisasi, tantangan lain yang ditemukan di lapangan, yakni menyesuaikan kondisi tanah di Jakarta sehingga tidak mengganggu kontur lainnya.Tempat aula kantor kelurahan Rawa Teratai Cakung Jakarta Timur.
“Tanah Jakarta tuh anomali gravitasi karena di bawah utilitasnya sudah cukup padat sehingga harus hati-hati,” ujarnya.
Dengan demikian, sejumlah tantangan ini dipastikan penyelesaiannya sesuai dengan rencana yang disepakati disertai dengan sumber daya manusia (SDM) berkualitas maupun teknologi yang digunakan.
Larangan penggunaan air tanah berlaku mulai 1 Agustus 2023 yang tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 93 Tahun 2021 tentang Sasaran, Pengendalian, Pengambilan serta Pemanfaatan Air Tanah.”
Program pemerintah tentang pemasangan PAM di seluruh DKI Jakarta sedang dilaksanakan di seluruh kelurahan secara serentak.
Hari ini ada sosialisasi program Propinsi DKI Jakarta ditahun 2030 keseluruhan DKI Jakarta”, Ungkap.Jainudin lurah Rawa Teratai.


















